Tutup
InvestasiManufakturNews

Baterai Kendaraan Listrik Diproduksi, Indonesia Perkuat Rantai Pasok

286
×

Baterai Kendaraan Listrik Diproduksi, Indonesia Perkuat Rantai Pasok

Sebarkan artikel ini
pabrik-baterai-siap-produksi,-indonesia-perkuat-basis-industri-kendaraan-listrik
Pabrik Baterai Siap Produksi, Indonesia Perkuat Basis Industri Kendaraan Listrik

Karawang – Fasilitas manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, telah rampung. Ini menjadi langkah penting pemerintah dalam memperkuat rantai pasok kendaraan listrik di Indonesia.

Pembangunan fasilitas ini sejalan dengan strategi hilirisasi dan industrialisasi jangka panjang. Tujuannya, meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral domestik.

BPI Danantara, pemegang saham Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, menegaskan komitmennya.Mereka akan terus mengawal pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.

MIND ID melalui anak usahanya, PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI), menggandeng konsorsium internasional.Mereka adalah contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend (CBL).

Kerja sama ini membentuk perusahaan patungan bernama PT Contemporary Amperex Technology Indonesia battery (CATIB). CATIB bertugas mengembangkan fasilitas produksi baterai.

Fasilitas produksi Battery Cells, Module & Pack dibangun di kawasan Artha Industrial Hills, Karawang. Luas lahan mencapai 43 hektare.

Pada tahap awal,kapasitas produksi direncanakan 6,9 GWh. Selanjutnya, akan ditingkatkan menjadi 15 GWh pada tahap kedua. kapasitas ini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik dan aplikasi energi lainnya di dalam negeri.

Proyek ini terdiri dari dua fasilitas utama. Pertama, Module & Pack plant yang pembangunan dan instalasi peralatannya telah selesai pada Januari 2026.

Fasilitas ini merupakan unit perakitan baterai berbasis sistem otomatis. Tujuannya, menghasilkan modul dan paket baterai siap pakai bagi industri kendaraan listrik.

Kedua, Cell Plant yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Fasilitas ini akan memproduksi sel baterai sebagai komponen dasar sebelum dirakit menjadi modul dan paket baterai.

Fasilitas produksi tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026.

Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menyatakan harapannya. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk kendaraan listrik.

Selain itu, juga memperluas aktivitas pengolahan lanjutan mineral strategis.

“Melalui inisiatif strategis ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional,” ujar Dwi Susanto.

“Tetapi juga membangun penguasaan teknologi,peningkatan kapabilitas SDM,serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik,” imbuhnya.

“Dengan demikian, penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dapat terwujud,” pungkasnya.