Padang – Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan ketertiban umum di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikannya kala memimpin sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 5 Tahun 2020 di Padang, Sabtu (8/8/2026).
Muhidi menegaskan bahwa regulasi tersebut bukan sekadar alat untuk menindak, melainkan panduan agar kehidupan sosial masyarakat tetap nyaman dan teratur.
Menurutnya, efektivitas penegakan aturan akan meningkat drastis jika ditopang oleh kesadaran kolektif dan komunikasi yang intensif antara pihak berwenang dengan warga.
Ia menyoroti bahwa rasa memiliki terhadap lingkungan merupakan kunci utama dalam mewujudkan ketertiban yang kokoh dan berkelanjutan.
Lingkup Perda Nomor 5 Tahun 2020 sendiri sangat luas, mencakup pengaturan ruang terbuka hijau, kelancaran jalan raya, hingga dinamika sosial masyarakat.
Dalam menghadapi potensi konflik, Muhidi mendorong penerapan pendekatan preventif melalui dialog guna meredam masalah sejak dini.
Ia juga mengimbau warga agar senantiasa saling mengingatkan secara santun guna meminimalisir gesekan di tengah masyarakat.
Sinergi yang tercipta, lanjutnya, akan menjadi modal sosial berharga untuk mendongkrak minat wisatawan serta investor ke Sumatera Barat.
Muhidi meyakini bahwa lingkungan yang aman dan nyaman secara otomatis akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan pelaku UMKM.
Peran tokoh masyarakat pun dianggap sangat strategis sebagai jembatan yang mampu memberikan edukasi persuasif kepada warga di lapangan.
Menanggapi pembaruan KUHP, pihak DPRD berkomitmen menyelaraskan aturan daerah agar tetap harmonis dengan ketentuan hukum nasional.
Ia juga menitipkan pesan bahwa menjaga ketertiban merupakan investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter generasi penerus.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menyadarkan masyarakat bahwa aturan dibuat semata-mata demi kepentingan bersama.
“Pemerintah, aparat, dan masyarakat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, semuanya harus berkolaborasi,” pungkas Muhidi.






