Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap menyambut kehadiran 15 perusahaan baru yang akan melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Seluruh rangkaian proses pencatatan saham tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya paling lambat Agustus 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan bahwa proses melantai emiten baru ini akan dilakukan secara bertahap mulai bulan depan. “Yang 15 itu adalah perusahaan-perusahaan yang sangat berpotensi untuk tercatat sampai dengan Agustus,” ujar Nyoman di Gedung BEI, Selasa (19/5).
Nyoman menjelaskan bahwa jadwal masuknya perusahaan ini menyesuaikan dengan periode pelaporan keuangan masing-masing emiten. Meski belum mengungkap identitas perusahaan tersebut, ia memberikan bocoran bahwa sektor konsumer, baik siklikal maupun non-siklikal, akan mendominasi daftar pendatang baru.
Selain sektor konsumer, perusahaan dari sektor infrastruktur, teknologi, hingga kesehatan juga turut meramaikan antrean IPO. Dari sisi skala bisnis, sebanyak 11 perusahaan masuk kategori besar, sementara empat lainnya merupakan perusahaan skala menengah.
Salah satu calon emiten yang cukup menyita perhatian datang dari sektor hiburan, yakni pengelola kebun binatang. Nyoman menjelaskan bahwa perusahaan tersebut menawarkan jasa hiburan yang bersifat edukatif dan nyata dinikmati masyarakat.
Di sisi lain, iklim pasar modal Indonesia dinilai tengah berada dalam tren positif. Hal ini tercermin dari lonjakan jumlah investor ritel yang bertambah sebanyak 7 juta orang sepanjang tahun berjalan, sehingga total investor di bursa kini menyentuh angka 27 juta.
Selain pertumbuhan jumlah investor, Nyoman juga menyoroti peningkatan kualitas kinerja keuangan perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa. Menurutnya, kombinasi antara minat investor yang tinggi dan fundamental emiten yang kuat menjadi sinyal positif bagi pasar modal tanah air.







