Jakarta – Badan Pengelola BUMN resmi melakukan perampingan besar-besaran terhadap Semen Indonesia Group (SIG). Sebanyak 40 entitas usaha yang sebelumnya beroperasi kini dipangkas drastis menjadi hanya tersisa 12 unit bisnis.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya efisiensi dan penajaman lini bisnis di tengah tantangan ekonomi global. Perubahan struktur ini diyakini bakal mendongkrak daya saing perusahaan pelat merah tersebut di pasar semen nasional.
“Transformasi ini kami lakukan untuk memperkuat daya saing industri semen nasional,” ujar Dony Oskaria melalui unggahan media sosial resmi BUMN, Rabu (20/5).
Dony, yang juga menjabat sebagai COO Danantara Indonesia, memimpin langsung rapat koordinasi bersama direksi SIG. Dalam agenda tersebut, ia didampingi oleh Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf.
Program streamlining ini telah memasuki tahap eksekusi pada kuartal kedua tahun 2026. Fokus utamanya mencakup merger entitas distribusi dan bahan bangunan, konsolidasi logistik, hingga integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara.
Badan pengelola juga memutuskan untuk melakukan divestasi serta likuidasi terhadap entitas yang dinilai tidak strategis. Dony menegaskan bahwa seluruh proses transformasi ini berjalan secara terukur, disiplin, dan tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.
“Kami pastikan semua tahapan berjalan prudent, terukur, dan sesuai tata kelola yang baik,” tambahnya.
Saat ini, SIG terus bergerak melakukan koordinasi intensif bersama advisor dan auditor KAP dalam menyelesaikan proses due diligence. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan BUMN yang lebih sehat, lincah, serta berkontribusi maksimal bagi pembangunan infrastruktur nasional.







