Tutup
Regulasi

Belasan Perusahaan Bersiap Melantai di Bursa Efek Indonesia Tahun Ini

195
×

Belasan Perusahaan Bersiap Melantai di Bursa Efek Indonesia Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat antrean 15 perusahaan yang siap melantai di bursa atau melakukan penawaran umum perdana (IPO) per 10 April 2026. Tingginya minat perusahaan untuk melantai ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan pendanaan di dunia usaha masih sangat tinggi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa hingga periode tersebut, baru satu perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya dengan total perolehan dana mencapai Rp0,30 triliun.

Berdasarkan data BEI, mayoritas perusahaan dalam antrean IPO didominasi oleh perusahaan berskala aset besar, yakni sebanyak 11 entitas. Sementara itu, empat perusahaan sisanya masuk dalam kategori aset menengah.

Dari sisi sektor industri, calon emiten yang mengantre didominasi oleh sektor kesehatan, barang konsumsi primer (*consumer non-cyclicals*), serta infrastruktur. Tren ini menunjukkan bahwa minat investor masih fokus pada sektor-sektor yang memiliki permintaan pasar relatif stabil.

Selain melalui skema saham, aktivitas penggalangan dana lewat efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun ini, tercatat sudah ada 50 emisi dari 33 penerbit dengan total nilai mencapai Rp55,20 triliun. Saat ini, terdapat 40 emisi dari 28 penerbit yang tengah masuk dalam antrean EBUS.

Sektor keuangan menjadi penyumbang terbesar dalam rencana penerbitan EBUS, disusul oleh sektor infrastruktur dan energi. Hal ini menandakan bahwa pelaku usaha tetap mengandalkan berbagai instrumen pendanaan di luar ekuitas untuk mendukung operasional mereka.

Di sisi lain, aksi korporasi melalui *rights issue* telah dilakukan oleh tiga perusahaan dengan nilai total Rp3,75 triliun, dan masih terdapat satu perusahaan yang sedang dalam antrean untuk melakukan langkah serupa.

Kuatnya antrean pendanaan di pasar modal ini menjadi indikator positif bahwa rencana ekspansi bisnis dunia usaha terus berjalan. Modal yang dihimpun diharapkan mampu memacu pertumbuhan bisnis sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja baru di dalam negeri.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…