Tutup
Regulasi

Belasan Perusahaan Bersiap Melantai di Bursa Efek Indonesia Tahun Ini

142
×

Belasan Perusahaan Bersiap Melantai di Bursa Efek Indonesia Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat antrean 15 perusahaan yang siap melantai di bursa atau melakukan penawaran umum perdana (IPO) per 10 April 2026. Tingginya minat perusahaan untuk melantai ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan pendanaan di dunia usaha masih sangat tinggi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa hingga periode tersebut, baru satu perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya dengan total perolehan dana mencapai Rp0,30 triliun.

Berdasarkan data BEI, mayoritas perusahaan dalam antrean IPO didominasi oleh perusahaan berskala aset besar, yakni sebanyak 11 entitas. Sementara itu, empat perusahaan sisanya masuk dalam kategori aset menengah.

Dari sisi sektor industri, calon emiten yang mengantre didominasi oleh sektor kesehatan, barang konsumsi primer (*consumer non-cyclicals*), serta infrastruktur. Tren ini menunjukkan bahwa minat investor masih fokus pada sektor-sektor yang memiliki permintaan pasar relatif stabil.

Selain melalui skema saham, aktivitas penggalangan dana lewat efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun ini, tercatat sudah ada 50 emisi dari 33 penerbit dengan total nilai mencapai Rp55,20 triliun. Saat ini, terdapat 40 emisi dari 28 penerbit yang tengah masuk dalam antrean EBUS.

Sektor keuangan menjadi penyumbang terbesar dalam rencana penerbitan EBUS, disusul oleh sektor infrastruktur dan energi. Hal ini menandakan bahwa pelaku usaha tetap mengandalkan berbagai instrumen pendanaan di luar ekuitas untuk mendukung operasional mereka.

Di sisi lain, aksi korporasi melalui *rights issue* telah dilakukan oleh tiga perusahaan dengan nilai total Rp3,75 triliun, dan masih terdapat satu perusahaan yang sedang dalam antrean untuk melakukan langkah serupa.

Kuatnya antrean pendanaan di pasar modal ini menjadi indikator positif bahwa rencana ekspansi bisnis dunia usaha terus berjalan. Modal yang dihimpun diharapkan mampu memacu pertumbuhan bisnis sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja baru di dalam negeri.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…