Tutup
EkonomiNewsPerbankan

Bencana Sumatera Ancam Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Akhir

257
×

Bencana Sumatera Ancam Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Akhir

Sebarkan artikel ini
purbaya-proyeksikan-bencana-sumatera-perlambat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv,-begini-perhitungannya
Purbaya Proyeksikan Bencana Sumatera Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV, Begini Perhitungannya

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025.

Revisi ini dilakukan akibat dampak bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

semula, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,6 persen hingga 5,7 persen.

Namun, target tersebut kini direvisi menjadi 5,5 persen.

“Kemungkinan selalu ada (dampak bencana ke pertumbuhan ekonomi). cuma berapa persen? Saya pikir masih akan di atas 5,5 persen,” ujar purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Pemerintah siap menggelontorkan dana ke perbankan untuk mendongkrak kembali perekonomian.

“Kalau masih dianggap kurang,saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga bersiap menambah anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika diperlukan.

Saat ini, BNPB memiliki dana siap pakai (DSP) sekitar Rp500 miliar untuk operasional tanggap darurat.

“Di BNPB masih ada sekitar Rp500 miliar lebih (dana) di BNPB yang siap (untuk dipakai),” kata Purbaya, Senin malam (1/12).

Mekanisme penambahan anggaran melalui Anggaran belanja Tambahan (ABT) siap diaktifkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Purbaya meminta BNPB tidak ragu mengajukan permintaan jika dana yang tersedia mulai menipis.

Alokasi dana tambahan akan diambil dari pos darurat bencana yang telah disiapkan dalam APBN.

“Kalau nanti butuh dana tambahan, kita siap juga menambah dan sudah ada di anggarannya,” jelasnya.

Pemerintah memastikan kapasitas fiskal negara memadai untuk menanggung biaya penanganan bencana, termasuk rehabilitasi dan perlindungan sosial bagi korban.