Padang – Nama Adrian Tuswandi bukanlah sosok asing di kalangan jurnalis dan pegiat keterbukaan informasi publik di Sumatera Barat.
Selama lebih dari dua dekade, pria yang akrab disapa Toaik itu mengabdikan diri di dunia pers, advokasi hukum media, hingga penguatan transparansi badan publik.
Perjalanan panjang tersebut kemudian membawanya ke tingkat nasional. Pada 2025, Adrian dipercaya menjabat anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara melalui keputusan Menteri BUMN.
Penunjukan itu menjadi salah satu tonggak penting dalam karier seorang wartawan yang tumbuh dari ruang redaksi di Sumatera Barat.
Lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 Oktober 1973, Adrian menempuh pendidikan hukum di Universitas Andalas dan meraih gelar Sarjana Hukum pada 1998.
Bekal akademik tersebut kemudian menjadi fondasi dalam berbagai aktivitasnya di bidang jurnalistik, advokasi media, dan penyelesaian sengketa informasi.
Mengakar dari Dunia Jurnalistik
Di Sumatera Barat, Adrian dikenal sebagai salah satu wartawan senior yang aktif membangun ekosistem pers. Kiprahnya tidak hanya sebatas menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga memperkuat organisasi profesi.
Ia pernah mengemban amanah sebagai Dewan Kehormatan PWI Sumatera Barat serta Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi PWI Sumbar.
Posisi tersebut menempatkannya dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan etika pers, perlindungan wartawan, hingga penyelesaian sengketa hukum yang melibatkan insan media.
Rekan-rekan sejawat mengenalnya sebagai figur yang dekat dengan dunia organisasi pers.
Bahkan hingga kini, Adrian masih dipercaya memimpin Jaringan Pemimpin Redaksi Sumatera Barat, sebuah wadah yang menghimpun para pemimpin redaksi media di Sumatera Barat.
Pada awal 2026, ia kembali terpilih memimpin organisasi tersebut untuk periode berikutnya.
Pengalaman panjang di dunia jurnalistik membuat Adrian memiliki perhatian besar terhadap isu independensi media, kualitas pemberitaan, serta tantangan industri pers di tengah disrupsi digital yang terus berkembang.
Menjadi Wajah Keterbukaan Informasi di Sumbar
Selain aktif di dunia pers, Adrian juga dikenal luas melalui kiprahnya di bidang keterbukaan informasi publik.
Namanya mulai menonjol ketika dipercaya menjadi anggota Komisi Informasi Sumatera Barat sejak 2014. Selama hampir satu dekade, ia ikut mengawal implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik di daerah.
Pada periode 2019–2020, Adrian menjabat Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kesadaran badan publik terhadap pentingnya transparansi dan pelayanan informasi kepada masyarakat.
Ia kemudian kembali dipercaya menjadi anggota Komisi Informasi Sumbar pada periode 2020–2023.
Kepercayaan tersebut menunjukkan konsistensi serta kapasitasnya dalam membangun jembatan antara kebutuhan masyarakat akan informasi dan kewajiban badan publik untuk membuka akses informasi secara transparan.
Dalam berbagai kesempatan, Adrian kerap menekankan bahwa keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang akuntabel dan dipercaya masyarakat.
Mediator dan Negosiator

Salah satu kekuatan Adrian yang sering disebut oleh kolega dan mitranya adalah kemampuannya sebagai mediator dan negosiator.
Latar belakang hukum dan pengalaman jurnalistik membuatnya terbiasa menghadapi berbagai perbedaan kepentingan.
Kemampuan tersebut banyak digunakan dalam penyelesaian sengketa informasi maupun pendampingan berbagai persoalan yang berkaitan dengan dunia media.
Keahlian lain yang turut melekat pada dirinya adalah investigative reporting serta personal branding media.
Dua bidang tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi perubahan lanskap komunikasi yang kini semakin dipengaruhi teknologi digital dan media sosial.
Tak heran jika Adrian kerap dilibatkan dalam berbagai forum pelatihan dan peningkatan kapasitas jurnalistik.
Ia pernah mengikuti Lokakarya Peningkatan Jurnalistik yang diselenggarakan Dewan Pers pada 2008, Pelatihan Jurnalisme Peradilan Bersih pada 2011, hingga Dialog Wawasan Kebangsaan yang digelar Lemhannas pada 2024. ([Metrokini.com][2])
Dedikasi Adrian di bidang keterbukaan informasi publik mendapatkan sejumlah apresiasi.
Salah satu penghargaan yang pernah diterimanya adalah “Achievement Motivation Person 2023” dari Komisi Informasi Sumatera Barat. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam mendorong budaya transparansi dan keterbukaan informasi di daerah.
Bagi banyak kalangan di Sumatera Barat, penghargaan tersebut menjadi simbol perjalanan panjang seorang jurnalis yang tidak hanya bekerja di ruang redaksi, tetapi juga terlibat langsung dalam membangun tata kelola informasi publik yang lebih baik.
Amanah di Tingkat Nasional
Karier Adrian memasuki babak baru ketika dipercaya menjadi anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara pada Januari 2025.
Penugasan itu menempatkannya pada salah satu lembaga media nasional tertua dan strategis di Indonesia.
Sebagai Dewan Pengawas, ia bertugas melakukan pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan oleh direksi sekaligus memberikan masukan strategis bagi pengembangan lembaga.
Penunjukan tersebut dipandang sebagai bentuk pengakuan terhadap pengalaman panjang Adrian di bidang jurnalistik, organisasi pers, dan keterbukaan informasi publik.
Di tengah perubahan besar industri media akibat transformasi digital, pengalaman yang dimiliki Adrian menjadi modal penting dalam menjaga peran media sebagai penyedia informasi yang kredibel dan terpercaya.






