Tutup
EkonomiPendidikanTeknologi

Big Data Verifikasi Informasi, Masyarakat Menelusuri Sumber Kebenaran

249
×

Big Data Verifikasi Informasi, Masyarakat Menelusuri Sumber Kebenaran

Sebarkan artikel ini
rhenald-kasali-soroti-ancaman-komunikasi-publik:-ketika-hoax-menang-dari-fakta
Rhenald Kasali Soroti Ancaman Komunikasi Publik: Ketika Hoax Menang dari Fakta

Jakarta – Pendiri Yayasan Pusat Edukasi Rumah Perubahan, Rhenald Kasali, menyoroti pentingnya big data untuk memverifikasi informasi di era digital.

Menurutnya, big data menjadi alat penting untuk memilah dan memvalidasi informasi yang beredar luas di masyarakat.

Rhenald menjelaskan, saat ini ada dua model komunikasi yang berjalan beriringan.

Pertama, komunikasi massa melalui media arus utama dengan proses redaksi yang terstruktur.

Kedua, komunikasi publik di media sosial, di mana masyarakat berperan sebagai produsen dan penyebar informasi.

“Komunikasi publik ini sekarang dipercayai lebih cepat ketimbang yang melalui proses (redaksi), cepat, spontan, dan selalu mengoreksi,” ujarnya, sabtu (7/2/2026).

Namun, Rhenald mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya.

“Sekitar separuh informasi yang beredar bisa benar, sementara sisanya meragukan, belum terverifikasi, atau bahkan salah dan mengandung hoax,” ungkapnya.

Bahkan,sebagian konten diproduksi oleh robot atau akun otomatis yang menyerupai manusia.

Rhenald Kasali, yang juga Guru Besar FEB-UI, menjelaskan bahwa analisis big data memungkinkan publik menelusuri sumber informasi, kredibilitas penyampaian, serta proporsi akun manusia dan robot yang terlibat dalam penyebaran isu.

Ia mencontohkan isu kepercayaan masyarakat terhadap rupiah atau dampak suatu produk terhadap kesehatan.

dengan big data, dapat dianalisis siapa yang menyampaikan informasi, kompetensinya, serta seberapa luas penyebarannya.

“Bisa jadi satu kebohongan, tapi kalau didapat oleh jutaan orang, itu dianggap satu kebenaran. Jadi itu berbahaya, maka harus ada counter narasi. Jadi big data singkatnya itu bisa mencari kebenaran dan bisa menarasikan pertarungan antar media ini,” jelas Rhenald.

Lebih lanjut, Rhenald menjelaskan bahwa Rumah Perubahan hadir sebagai wadah pembelajaran untuk memahami dan melakukan perubahan.

Lembaga ini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga praktik langsung di berbagai bidang.

Sejak 1998, Rumah Perubahan telah melatih kewirausahaan yang berkembang menjadi pengembangan kewirausahaan sosial.

Konsep disrupsi juga diperkenalkan sebagai respons terhadap perubahan zaman.

“Maka,orang bisa melihat bahwa kami sendiri juga melakukan perubahan,” pungkasnya.