Tutup
FintechPariwisataPerbankan

BNI Perluas QRIS Cross Border ke China

109
×

BNI Perluas QRIS Cross Border ke China

Sebarkan artikel ini
bni-perluas-akses-qris-wondr-ke-china,-permudah-transaksi-nasabah
BNI Perluas Akses QRIS wondr ke China, Permudah Transaksi Nasabah

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperluas layanan pembayaran digital dengan menghadirkan fitur QRIS Cross Border di China melalui aplikasi wondr by BNI. Fitur ini memungkinkan transaksi lintas negara dilakukan lebih praktis tanpa perlu menukar uang tunai.

Melalui layanan tersebut, nasabah BNI dapat bertransaksi di merchant yang terhubung dengan Alipay dan UnionPay hanya dengan memindai kode QR. Inisiatif ini menjadi bagian dari penguatan konektivitas sistem pembayaran global.

Peluncuran ini dilakukan bersama Bank Indonesia serta sejumlah penyedia jasa pembayaran dan lembaga keuangan pada 30 April 2026. Acara tersebut dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

Senior Executive Vice President Network and Sales BNI, Sri Indira, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari komitmen BNI dalam mendukung ekosistem pembayaran yang semakin terhubung secara global.

“Peluncuran ini menjadi langkah nyata BNI dalam mendukung ekosistem pembayaran digital yang semakin global. Kami ingin memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan mudah di mana pun, termasuk di China, sekaligus mendorong peningkatan transaksi wisatawan mancanegara di indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5).

Fitur QRIS Cross Border juga berlaku sebaliknya. Wisatawan asal China dapat bertransaksi di merchant BNI di indonesia menggunakan aplikasi pembayaran mereka yang telah terintegrasi dengan QRIS.

BNI menilai interkoneksi sistem pembayaran Indonesia-China berpotensi mendorong transaksi inbound, khususnya dari wisatawan China yang menjadi salah satu kontributor utama sektor pariwisata nasional. Kemudahan transaksi lintas negara dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih destinasi.

Tren positif ini sejalan dengan data terbaru Bank Indonesia. volume transaksi pembayaran digital nasional mencapai 14,39 miliar transaksi pada kuartal I 2026, tumbuh 33,76% secara tahunan seiring meningkatnya penerimaan digital di berbagai sektor.

Sri Indira menambahkan, BNI tidak berhenti di satu negara dan telah menyiapkan peta jalan ekspansi berikutnya. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi di luar negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital internasional.