Tutup
NewsRegulasi

BUMDes Sumbar Didorong Olah Sampah Jadi Sumber Ekonomi

432
×

BUMDes Sumbar Didorong Olah Sampah Jadi Sumber Ekonomi

Sebarkan artikel ini
agam-canangkan-project-1-nagari-1-pengolahan-sampah
Agam Canangkan Project 1 Nagari 1 Pengolahan Sampah

Padang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DPJb) Provinsi Sumatera Barat mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memanfaatkan sampah organik dan anorganik menjadi sumber pendapatan.

“DPJb mendukung BUMDes yang berani mengolah sampah menjadi uang,” kata Kepala Kanwil DPJb Sumbar Syukriah di Padang, Rabu (10/7/2024).

Syukriah menyampaikan hal ini dalam pendampingan BUMDes bertajuk “Optimalisasi Pengembangan BUMDes Sumatera Barat”. Menurutnya, sampah dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti pupuk organik atau sumber energi baru terbarukan (EBT) seperti yang dilakukan Universitas Andalas.

“Universitas Andalas berhasil mengolah ranting dan daun kering menjadi bahan bakar pengganti batubara untuk PT Semen Padang,” jelas Syukriah.

Data DPJb menunjukkan belum ada BUMDes atau Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang mengolah sampah menjadi sumber pendapatan, padahal volume sampah harian cukup besar.

“Kami ingin BUMDes atau BUMNag fokus pada pengolahan sampah,” tegas Syukriah.

Sebelumnya, DPJb mendorong pemerintah daerah untuk mengeluarkan kebijakan pemilahan sampah dan memberikan penghargaan kepada desa atau nagari yang berhasil mengelola sampah dengan baik.

Sebagai Chief Regional Economist (RCE), Kanwil DPJb Sumbar juga menyarankan pemerintah setempat untuk menggali potensi ekonomi di masing-masing daerah.

“Jika dikelola efektif, masalah sampah di Sumatera Barat dapat menjadi potensi ekonomi,” pungkas Syukriah.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…