Tutup
BisnisEkonomiInvestasiPerbankan

Danantara Buru Talenta Global Perkuat Operasional PT DSI

143
×

Danantara Buru Talenta Global Perkuat Operasional PT DSI

Sebarkan artikel ini
pt-dsi-baru-punya-1-pegawai,-danantara-buka-peluang-cari-pegawai-asing
PT DSI Baru Punya 1 Pegawai, Danantara Buka Peluang Cari Pegawai Asing

Jakarta – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi menyandang status sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang difokuskan pada sektor ekspor sumber daya alam. Meski baru saja lahir, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan komoditas ini diketahui baru memiliki satu orang pegawai.

Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa satu-satunya personel yang mengisi jabatan saat ini adalah Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama. Pandu menyebut proses pembentukan perusahaan berlangsung sangat cepat.

“Kebetulan pegawainya baru satu, Luke. Karena perusahaan baru dibentuk Senin minggu lalu dan Senin kemarin baru menjadi persero BUMN, jadi prosesnya cukup cepat,” ujar Pandu dalam acara Investor Daily Round Table di Jakarta, Selasa (26/5).

Ke depannya, DSI dipastikan akan melakukan pengembangan organisasi secara bertahap. Pandu mencontohkan pola pertumbuhan Danantara yang mampu berkembang dari hanya tiga orang pada Februari tahun lalu menjadi 450 pegawai dalam waktu satu tahun.

Terkait kebutuhan tenaga kerja, DSI berencana melakukan rekrutmen berskala global. Langkah ini diambil karena bisnis perdagangan komoditas dan pembiayaan perdagangan internasional (trade financing) membutuhkan keahlian spesifik yang terbatas.

“Semuanya global, bukan hanya di Indonesia. Seperti tadi saya sebut, di sektor batu bara saja hanya ada sekitar 2 ribu trader di dunia,” tegas Pandu.

Meski membidik talenta internasional, DSI tetap membuka peluang bagi sumber daya manusia dari BUMN yang sudah ada. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi sekaligus mempercepat proses transfer ilmu.

Pandu menekankan bahwa kehadiran tenaga ahli global sangat krusial, terutama karena minimnya ketersediaan talenta di bidang pembiayaan perdagangan komoditas di dalam negeri. Kehadiran pakar asing nantinya diharapkan bisa menjadi pendamping bagi tim lokal.

“Kebanyakan talenta di bidang trade financing banyaknya di luar negeri. Kita harus bisa rekrut untuk transfer knowledge mengenai cara melakukan pembiayaan komoditas,” ujar Pandu.