Tutup
CSREkonomiPendidikanPerbankan

Danantara Indonesia Trust Perkuat Filantropi Melalui Kemitraan Strategis

116
×

Danantara Indonesia Trust Perkuat Filantropi Melalui Kemitraan Strategis

Sebarkan artikel ini
danantara-indonesia-trust-resmi-gandeng-3-mitra-strategis
Danantara Indonesia Trust Resmi Gandeng 3 Mitra Strategis

Jakarta – Danantara Indonesia Trust resmi tancap gas dalam menjalankan misi filantropinya melalui kemitraan strategis dengan sejumlah instansi pemerintah dan yayasan. Komitmen ini diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Yayasan Karya Salemba Empat, serta Indonesia Heritage Agency, Senin (25/5).

CEO Danantara Indonesia yang juga Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, mengungkapkan pihaknya telah mengantongi pendanaan awal sebesar US$100 juta atau setara Rp1,77 triliun. Unit yang berdiri sejak Oktober 2025 ini fokus menyasar isu kesehatan, pendidikan, kebudayaan, hingga akses air, sanitasi, dan higiene (WASH).

Rosan menegaskan, keberlanjutan pendanaan akan bersumber dari dividen badan usaha milik negara (BUMN). “Kami menargetkan memberikan setiap tahunnya paling tidak 1 persen dari total dividen yang kami terima dari semua BUMN yang ada,” ujar Rosan di Wisma Danantara, Jakarta.

Sebagai langkah awal, Danantara Indonesia Trust menyalurkan Rp250 miliar untuk program kesehatan ibu dan anak. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan vaksin heksavalen, perbaikan rantai dingin vaksin, serta pemenuhan gizi mikro bagi ibu hamil dan menyusui.

Di sektor pendidikan, dukungan diberikan kepada 500 mahasiswa kurang mampu melalui kolaborasi beasiswa tiga tahun dengan Yayasan Karya Salemba Empat. Selain itu, kerja sama dengan Indonesia Heritage Agency difokuskan pada pembenahan ruang publik dan perpustakaan di area Museum Nasional.

Guna menjaga akuntabilitas, Rosan menyebut pihaknya menggandeng Gates Foundation untuk mendampingi tata kelola kelembagaan. Langkah ini diambil agar operasional filantropi tersebut tetap kredibel dan mampu menjadi katalisator kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Ketua Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, menambahkan bahwa pihaknya tengah mematangkan sistem pengawasan serta kerangka monitoring, evaluation, and learning (MEL). Ia meyakini tata kelola yang transparan sejak awal menjadi kunci utama untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Untuk mencapai standar internasional, Danantara juga aktif berdiskusi dengan berbagai lembaga filantropi global dan instansi sovereign wealth fund lainnya. “Kami percaya bahwa mandat jangka panjang ini dapat dijalankan secara kredibel apabila dibangun dengan tata kelola yang baik sejak awal,” pungkas Nuraini.