Tutup
Regulasi

Danantara Tunjuk Danareksa Kelola Aset Negara Senilai Rp 185 Triliun

74
×

Danantara Tunjuk Danareksa Kelola Aset Negara Senilai Rp 185 Triliun

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara resmi memulai langkah restrukturisasi besar-besaran terhadap PT Danareksa (Persero). Perusahaan pelat merah ini nantinya akan bertransformasi menjadi entitas pengelola aset (*asset management*) dengan target dana kelolaan mencapai Rp185 triliun.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa Danareksa tidak lagi beroperasi sebagai perusahaan induk (*holding*) multi-sektor. Sebaliknya, Danareksa akan dikembalikan ke khitah aslinya sebagai perusahaan pengelola aset yang kuat.

“Danareksa tidak menjadi *holding* lagi, melainkan merger menjadi satu perusahaan yang kuat sebagai *asset management* nomor dua terbesar. Sebagai gambaran, dana kelolaan dari Manajer Investasi (MI) Himbara saat ini mencapai Rp185 triliun,” ujar Dony dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Langkah strategis ini dilakukan melalui pemisahan (*spin-off*) sejumlah anak usaha yang tidak selaras dengan bisnis inti. Unit bisnis seperti kawasan industri, konstruksi, *clearing house*, dan jasa keuangan yang sebelumnya berada di bawah naungan Danareksa akan dilepaskan dan dikonsolidasikan ke *holding* sektoral masing-masing sesuai kompetensi intinya.

Dony menambahkan, proses transformasi ini melibatkan penggabungan empat unit *asset management* milik BUMN ke dalam entitas Danareksa. Dengan integrasi MI Himbara, posisi Danareksa diprediksi bakal melesat menjadi perusahaan manajemen aset terbesar kedua di Indonesia.

Pemerintah menargetkan seluruh proses pelepasan anak usaha dan konsolidasi ini rampung sepenuhnya pada pertengahan bulan depan. Pengumuman resmi mengenai hasil akhir transformasi tersebut dijadwalkan akan dirilis pada 10 Mei mendatang.

Melalui pergeseran model bisnis ini, pemerintah berharap Danareksa dapat beroperasi lebih efisien, tangguh, dan mampu mengoptimalkan nilai aset negara secara jauh lebih profesional.

Regulasi

Jakarta, IDN Times – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI, Hery Gunardi, angkat bicara terkait pelemahan saham BBRI di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), saham BBRI tercatat turun 1,30 persen. Hery menegaskan, kondisi tersebut tak mencerminkan fundamental perusahaan. Ia memastikan kinerja bisnis BRI…