Tutup
EkonomiInvestasiPerbankanPolitik

DPR Dorong BI Stabilkan Rupiah, Bantah Pengaruh Deputi

224
×

DPR Dorong BI Stabilkan Rupiah, Bantah Pengaruh Deputi

Sebarkan artikel ini
dpr-bantah-pergantian-deputi-gubernur-bi-picu-pelemahan-rupiah
DPR Bantah Pergantian Deputi Gubernur BI Picu Pelemahan Rupiah

Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan pergantian deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak ada kaitannya dengan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Misbakhun meminta masyarakat dan pelaku pasar tidak mengaitkan pelemahan rupiah dengan dinamika internal di BI.

“Figur pengganti Deputi gubernur Bank Sentral adalah kewenangan Gubernur BI untuk diajukan kepada Presiden. Jangan dikaitkan, karena itu tidak korelatif,” ujarnya di Gedung AA Maramis, Jakarta, Rabu (21/1).

Komisi XI DPR RI telah menjadwalkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur BI.

Uji kelayakan akan dilakukan pada Jumat untuk calon solikin M Juhro, dilanjutkan Senin untuk Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono.

Setiap calon akan diberi waktu sekitar satu jam, meliputi pemaparan visi misi, tanya jawab, dan penyampaian jawaban akhir.

Hasilnya akan diputuskan melalui rapat internal Komisi XI pada hari yang sama dan dilaporkan ke rapat paripurna DPR pada Selasa (27/1).

“Semua persyaratan sudah kami cek, sekuen tanggal, pengunduran diri, dan sebagainya, sesuai dengan ketentuan perundangan,” kata Misbakhun.

Menurut Misbakhun, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat meski rupiah tertekan mendekati Rp17 ribu per dolar AS.

Ia menilai pelemahan rupiah lebih disebabkan sentimen pasar, bukan kondisi ekonomi nasional yang sebenarnya.

“fundamental kita kuat. yang terjadi adalah sentimen yang harus diperkuat kepada pasar,” ujarnya.

DPR meminta BI tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah pada level moderat yang mencerminkan kekuatan ekonomi Indonesia.

“Kita meminta Bank Indonesia untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat. Angka-angka yang memberikan simbolisasi terhadap penguatan dan kapasitas ekonomi Indonesia,” kata Misbakhun.

Ia menekankan Indonesia memiliki indikator ekonomi yang solid, seperti pertumbuhan ekonomi stabil, inflasi rendah, dan kondisi eksternal yang kuat.

“Kita punya pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 4,8, 4,9, bahkan 5 secara year on year, inflasi rendah, cadangan devisa kuat, current account surplus, balance of trade positif, dan neraca pembayaran positif,” jelasnya.

Misbakhun menilai, yang perlu diperkuat saat ini adalah kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Ia menilai Indonesia tetap menarik sebagai tujuan investasi, baik portofolio maupun sektor riil.

“Indonesia adalah negara yang prospek ekonominya kuat untuk investasi, baik portofolio maupun sektor riil,” ujarnya.

Pada Kamis (22/1) sore, kurs rupiah berada di level Rp16.896 per dolar AS, menguat 40 poin atau 0,24 persen dari perdagangan sebelumnya.