Jakarta – Perusahaan teknologi asal China, GigaAI, segera memperkenalkan robot humanoid SeeLight S1 untuk menangani berbagai pekerjaan rumah tangga. Inovasi ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan krisis demografi yang tengah dihadapi Negeri Tirai Bambu.
Dalam demonstrasi yang diperlihatkan, robot tersebut mampu melakukan aktivitas domestik seperti memotong sayur, menggoreng telur, mencuci pakaian, hingga merapikan tempat tidur. Secara fisik, robot ini dirancang dengan dua lengan fungsional dan mobilitas berbasis roda.
GigaAI, yang mendapat dukungan pendanaan dari perusahaan investasi milik Huawei, akan memulai uji coba 100 unit pertama bagi karyawan mereka akhir bulan ini. Rencananya, distribusi lebih luas ke wilayah Wuhan akan dilakukan secara cuma-cuma pada paruh pertama 2027.
Terkait aspek keselamatan, robot ini dilengkapi sensor pintar yang secara otomatis menghentikan gerakan begitu mendeteksi keberadaan anak kecil atau hewan peliharaan. CEO GigaAI, Zhu Zheng, mengungkapkan bahwa robot ini akan dibanderol sekitar US$15 ribu atau setara Rp264 juta saat peluncuran resmi pada Juni 2027.
Meski menawarkan teknologi canggih, sejumlah pakar justru meragukan efektivitas robot tersebut di lingkungan hunian. Pendiri Zeroth, Guo Renjie, menilai lingkungan rumah jauh lebih kompleks dan tidak terstandarisasi layaknya pabrik, sehingga kondisinya selalu berubah-ubah.
Nada skeptis juga datang dari pendiri sekaligus Chief Creative Officer Argo Design, Mark Rolston. Ia berpendapat bahwa teknologi humanoid saat ini mungkin belum mampu bekerja efektif untuk membantu pekerjaan rumah tangga dalam waktu dekat.







