Tutup
News

GMR Akselerasi Bantuan, Sentuh Tanah Gayo Terpencil

276
×

GMR Akselerasi Bantuan, Sentuh Tanah Gayo Terpencil

Sebarkan artikel ini
akses-darat-terputus,-gmr-kirim-bantuan-ke-daerah-terisolir-tanah-gayo-aceh-pakai-helikopter
Akses Darat Terputus, GMR Kirim Bantuan ke Daerah Terisolir Tanah Gayo Aceh Pakai Helikopter

Jakarta – PT Gayo Mineral Resources (GMR) bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang dan longsor di Aceh. Tim Tanggap Darurat internal langsung diterjunkan sejak awal bencana.

Tim GMR terlibat langsung dalam evakuasi lebih dari 300 warga yang terjebak di dua kecamatan di kawasan Gayo. Mereka bekerja sama dengan aparat, relawan, dan pemerintah daerah.Bencana hidrometeorologi dan siklon tropis memicu curah hujan ekstrem yang menyebabkan banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Aceh, termasuk dataran tinggi Gayo.

Akses darat terputus dan desa-desa terisolasi, membuat warga terdampak sangat membutuhkan bantuan logistik, evakuasi, dan layanan komunikasi.

Sebagai perusahaan yang beroperasi di Aceh, GMR merasa terpanggil untuk membantu, terutama saat akses bantuan masih terbatas dan kondisi warga sangat rentan.

Saat akses darat belum terbuka, GMR mengirimkan 1 ton bantuan darurat ke Blangkejeren menggunakan pesawat Cessna. Bantuan ini berisi pangan dan perlengkapan dasar untuk pengungsi.

Memasuki minggu berikutnya, GMR menyewa helikopter untuk menjangkau daerah terisolasi di Aceh Tengah dan Gayo Lues. longsor dan banjir memutus seluruh akses transportasi di wilayah ini.

General Manager External & Government Relations PT GMR,Alfi Syahrin,mengatakan keputusan menggunakan jalur udara diambil setelah melihat langsung kondisi warga.

“Kami melihat langsung bagaimana keluarga-keluarga terjebak tanpa akses pangan, komunikasi, dan layanan dasar.Helikopter ini bukan simbol, tetapi alat agar harapan bisa sampai lebih dulu,” ujar Alfi.

Pada 15 Desember 2025, GMR menyalurkan bantuan ke Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Wilayah ini mengalami isolasi total pascabanjir dan longsor, membuat seluruh akses keluar masuk terputus dan warga tidak dapat menjangkau Takengon maupun Gayo Lues untuk memenuhi kebutuhan dasar.