Tutup
Perbankan

Harga Minyak Naik Tipis Dipicu Stok BBM AS Menyusut

304
×

Harga Minyak Naik Tipis Dipicu Stok BBM AS Menyusut

Sebarkan artikel ini
harga-minyak-naik-tipis-dipicu-stok-bbm-as-menyusut
Harga Minyak Naik Tipis Dipicu Stok BBM AS Menyusut

Jakarta – Sentimen pasar yang didorong oleh data terbaru dari Amerika Serikat (AS) menjadi pendorong utama kenaikan harga minyak mentah dunia pada perdagangan Kamis (21/8). Penurunan signifikan pada stok minyak mentah dan bahan bakar di AS menjadi katalis utama yang memicu tren positif ini.

Menurut data dari Reuters, harga minyak Brent mengalami kenaikan sebesar 13 sen atau 0,19 persen, mencapai US$66,97 per barel, setelah sebelumnya melonjak 1,6 persen. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga mencatat kenaikan sebesar 15 sen atau 0,24 persen, mencapai level US$62,86 setelah naik 1,4 persen pada Rabu (17/8).

Lembaga Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar 6 juta barel dalam sepekan terakhir, menjadi 420,7 juta barel.Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan hanya 1,8 juta barel.

Selain itu, stok bensin juga mengalami penyusutan sebanyak 2,7 juta barel, melebihi perkiraan penurunan sebesar 915 ribu barel. EIA juga mencatat bahwa rata-rata konsumsi bahan bakar jet selama empat minggu terakhir mencapai level tertinggi sejak tahun 2019, yang mengindikasikan tingginya mobilitas selama musim perjalanan musim panas.

Analis komoditas senior di ANZ, Daniel hynes, dalam catatannya pada Kamis (21/8) mengatakan, “Harga minyak mentah menguat karena tanda-tanda permintaan yang kuat di AS mendorong sentimen pasar.”

Namun, Hynes juga mengingatkan adanya sentimen bearish di pasar, terutama terkait ketidakpastian geopolitik akibat konflik antara Rusia dan Ukraina. Rusia menyatakan pada Rabu (20/8) bahwa setiap upaya penyelesaian keamanan regional tanpa partisipasi mereka akan menemui jalan buntu. Pernyataan ini muncul di tengah rencana AS dan sekutunya di Eropa untuk menyusun jaminan keamanan pascakonflik bagi Ukraina. Ketegangan geopolitik ini menyebabkan sanksi Barat terhadap minyak Rusia tetap berlaku. Pasar juga mencermati potensi tambahan sanksi dan tarif dari AS terhadap negara-negara yang membeli minyak Rusia.

rusia menegaskan akan terus memasok minyak kepada pembeli yang bersedia. Seorang diplomat rusia di India menyatakan bahwa pengiriman minyak ke India akan terus berlanjut meskipun ada tekanan dari AS.

AS telah mengumumkan tambahan tarif sebesar 25 persen terhadap barang-barang dari India mulai 27 Agustus karena negara tersebut terus membeli minyak Rusia. Sementara itu, Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Nayara Energy, sebuah perusahaan penyulingan India yang didukung oleh Rosneft, perusahaan minyak milik negara Rusia.

Meskipun sempat mengurangi pembelian, perusahaan penyulingan milik negara India seperti Indian Oil dan Bharat Petroleum kembali membeli minyak Rusia untuk pengiriman pada bulan September dan Oktober, seiring dengan tambahan diskon yang ditawarkan oleh Rusia.