Jakarta – Kabar duka datang dari dunia bisnis Indonesia. Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.11 waktu Singapura.
Kabar tersebut dikonfirmasi melalui pengumuman resmi dari Grup Djarum pada Sabtu (21/3/2026).
“M. bambang hartono, usia 86 tahun, telah berpulang ke rumah Bapa di Surga pada tanggal 19 Maret 2026, jam 13.11 waktu Singapura,” demikian bunyi pengumuman tersebut.
Jenazah Michael hartono disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta pada 20-22 Maret 2026.
Prosesi persemayaman akan dilanjutkan di GOR djarum, Kudus pada 22-25 Maret 2026.
misa Tutup Peti akan digelar pada 21 Maret 2026 pukul 19.00 WIB sebelum jenazah diberangkatkan ke Kudus.
Bambang Hartono akan dimakamkan di Pemakaman Codo, Rembang, pada 25 maret 2026.
Misa Pelepasan dijadwalkan pukul 08.00 WIB pada hari pemakaman.
Pemberangkatan dari Kudus menuju lokasi pemakaman pukul 09.00 WIB.
Upacara pemakaman akan digelar pukul 10.40 WIB, diikuti prosesi penguburan sekitar pukul 11.00 WIB.
Semasa hidup, Bambang Hartono dikenal sebagai tokoh sentral dalam mengembangkan Djarum menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.
Ia juga memperluas bisnis keluarga ke sektor perbankan,teknologi,dan investasi strategis lainnya.
Kesuksesan Bambang Hartono menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia.
Forbes mencatat kekayaan bersihnya mencapai US$18,9 miliar atau sekitar Rp 319,9 triliun,menempatkannya di peringkat ke-149 orang terkaya di dunia.
Selain bisnis, Michael Hartono aktif dalam filantropi melalui Djarum Foundation yang fokus pada pendidikan, olahraga, dan lingkungan.
Ia juga dikenal sebagai atlet bridge profesional dan berperan dalam mendorong cabang olahraga tersebut masuk ke Asian Games 2018, di mana timnya meraih medali perunggu.







