Tutup
IndustriTransportasi

IAS Gandeng HIN Kelola Enam Hotel, Dorong Kinerja Bisnis dan Valuasi Aset

71
×

IAS Gandeng HIN Kelola Enam Hotel, Dorong Kinerja Bisnis dan Valuasi Aset

Sebarkan artikel ini

Jakarta – PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) resmi menggandeng Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality untuk mengelola enam hotel di bawah IAS Property dan IAS Support.

Langkah ini ditempuh untuk memperkuat kinerja bisnis sekaligus meningkatkan valuasi aset perhotelan milik IAS Group.

Penandatanganan kesepakatan operatorship antara IAS Group dan HIN berlangsung di Saphire Precious Lounge, Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.

Acara tersebut dihadiri Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya, Direktur Komersial IAS Muchdian Muchlis, Direktur Utama Hotel Indonesia Natour Christine Hutabarat, Direktur Operasi Peter Alexander Fritz, serta jajaran direksi dari kedua perusahaan.

Dalam sambutannya, Budi Setyawan Wijaya menjelaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan agenda streamline yang tengah dijalankan Danantara Aset Manajemen atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.

Menurut dia, penunjukan HIN didasarkan pada kesesuaian kompetensi inti dan lini bisnis perusahaan tersebut di sektor perhotelan.

“Kami berharap setelah kerjasama ini ditanda tangani bersama, ke enam hotel akan dikelola semakin baik dan berkualitas, kami percaya HIN mampu mewujudkan hal itu karena sesuai dengan kompetensi teman teman HIN selama ini,” ujar Budi Setyawan Wijaya.

Ia menegaskan, kerja sama ini juga mencerminkan kuatnya sinergi antarentitas bisnis di bawah InJourney Group. Karena itu, menurut dia, kolaborasi semacam ini perlu terus diperkokoh agar memberi manfaat lebih besar di masa mendatang.

“HIN dan IAS adalah dua entitas bisnis dibawah InJourney Group, sudah seharusnya kerjasama ini ditingkatkan dan ke depan akan semakin berkualitas,” tamnbahnya.

Sementara itu, Christine Hutabarat menyambut baik kepercayaan yang diberikan IAS kepada HIN. Ia menilai proses streamlining yang sedang berlangsung, sesuai arahan Danantara Aset Manajemen, berpotensi mendorong kenaikan nilai bisnis dan aset BUMN yang selama ini cenderung berjalan terpisah.

“Saya sepakat dengan Pak Budi Setyawan, bahwa kerjasama ini harus dilakukan dengan semangat kegotong royongan bersama mewujudkan cita cita pengelolaan badan usaha milik negara yang baik dan berdampak bagi negara dan rakyat Indonesia” ujarnya.

Christine menambahkan, HIN saat ini telah mengelola 176 hotel berbintang yang tersebar dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua. Dengan tambahan enam hotel milik IAS, jumlah properti yang dikelola HIN bertambah menjadi 182 unit.

“Kerjasama ini semakin menantang kita untuk fokus pada konsolidasi bisnis dibawah Danantara untuk mewujudkan target penguatan bisnis BUMN dan streamline yang harus segera terwujud pada tahun 2026,” tambahnya.

Enam hotel IAS yang kini masuk dalam kerja sama pengelolaan bersama HIN adalah Hotel Cordia Surabaya, Hotel Cordia Makasar, Hotel Cordia Banjarmasin, Hotel Cordia Yogyakarta, Hotel Anara Bandara Soetta, dan Anara Kuala Namu Deli Serdang Sumatera Utara.