Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan melanjutkan tren penurunan. Pada penutupan perdagangan Rabu (4/3/2026), IHSG anjlok tajam 4,57 persen ke level 7.577,06.
analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai IHSG telah kehilangan momentum positif.
“IHSG juga mengalami serangkaian penembusan terhadap beberapa support,” ujar Ivan dalam risetnya, Kamis (5/3/2026).
Kondisi ini diperparah dengan terbentuknya candle bearish marubozu pada perdagangan Rabu.
“(Posisi ini) memberikan proyeksi berlanjutnya wave (c) dari [ii] menuju 7.391 sebagai target terdekat dan bahkan bisa saja mencapai 7.140,” jelas Ivan.
Titik support IHSG berada di area 7.391, 7.140, dan 6.991. Sementara itu, titik resistance berada pada level 7.897, 8.246, dan 8.527.
Di tengah tren koreksi ini, Ivan melihat adanya sinyal positif pada sejumlah emiten. Berikut lima rekomendasi saham yang berpotensi memberikan keuntungan bagi investor:
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
* Rekomendasi: Speculative Buy
* Area beli: 5.900-6.100
* Target harga: 7.000
- PT Indofood sukses Makmur Tbk (INDF)
* Rekomendasi: Speculative Buy
* Area beli: 5.800-5.900
* Target harga: 6.375
- PT Merdeka Battery Materials tbk (MBMA)
* Rekomendasi: Speculative Buy
* Area beli: 600-630
* Target harga: 800
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
* Rekomendasi: Hold
* Target harga: 3.800
- PT United Tractors Tbk (UNTR)
* Rekomendasi: Trading Buy
* Area beli: 27.000-27.500
* Target harga: 30.000
sebelumnya,pada pembukaan perdagangan Rabu (4/3/2026),IHSG dibuka melemah 43 poin atau 0,55 persen di level 7.896. Pelemahan ini dipicu oleh sentimen negatif dari bursa Asia dan Wall Street akibat ketidakpastian perang Iran-AS.







