Tutup
EkonomiPerbankan

Ojol Dorong BHR 2026: Cair Langsung Rp1,2 Juta

260
×

Ojol Dorong BHR 2026: Cair Langsung Rp1,2 Juta

Sebarkan artikel ini
asosiasi-pengemudi-desak-bhr-ojol-2026-rp1,2-juta
Asosiasi Pengemudi Desak BHR Ojol 2026 Rp1,2 Juta

Jakarta – Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia mendesak agar Bantuan Hari Raya (BHR) 2026 diberikan langsung sebesar Rp1,2 juta per pengemudi ojek online (ojol).

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menilai angka tersebut masih jauh dari ideal.

Menurutnya, pengemudi ojol hanya menerima sekitar Rp100 ribu per bulan dari nilai BHR tersebut.”Menurut kami sebenarnya masih jauh dari kelayakan bonus yang seharusnya diterima lebih besar dari Rp1,2 juta dibandingkan dengan margin profit atau margin kelebihan potongan dan skema ojol membayar ke aplikator agar mendapatkan order,” ujarnya, Rabu (4/3).

Meski demikian, Igun menilai besaran BHR Rp1,2 juta cukup relevan dan rasional untuk saat ini. Ia berharap aplikator dapat merealisasikannya kepada para mitra pengemudi.

“Harapan kami agar BHR tahun 2026 ini nilainya langsung Rp1,2 juta per mitra pengemudi, karena mereka akan menyambut hari raya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,” kata Igun.

Igun menyoroti pemberian BHR tahun lalu yang dianggap hanya formalitas. Pada tahun 2025, mayoritas pengemudi ojol hanya menerima BHR sebesar Rp50 ribu, yang dinilai tidak manusiawi.”BHR tahun 2025 mayoritas pengemudi ojol hanya diberikan BHR Rp50 ribu, yang hanya formalitas untuk laporan ke presiden dan pemerintah bahwa aplikator telah melaksanakan pembagian BHR,” ungkap Igun.

Ia juga menyoroti kondisi pengemudi setelah pencairan BHR. Banyak mitra yang mengeluhkan peningkatan tekanan, baik melalui potongan bagi hasil maupun penerapan skema baru yang memangkas pendapatan.

Garda Indonesia meminta pemerintah untuk memantau hal ini, karena BHR merupakan hak para mitra yang dipotong oleh aplikator.

“BHR juga pendapatan para mitra pengemudi ojol yang dipotong oleh aplikator yang melanggar regulasi Kepmenhub KP Nomor 1001 tahun 2022 yang mencantumkan bagi hasil biaya potongan aplikator 15 persen + 5 persen, namun setahun penerapannya melebihi 15 persen + 5 persen,” jelas Igun.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa 850 ribu pengemudi ojol akan menerima BHR dengan total mencapai Rp220 miliar pada Lebaran tahun ini.

Empat perusahaan aplikasi, yaitu GoTo, Grab, Maxim, dan InDrive, turut hadir dalam konferensi pers tersebut.

Airlangga menyatakan pemberian BHR ini telah melalui koordinasi intensif dengan para aplikator.

“Bonus hari raya ini telah dilakukan dengan komunikasi intensif dengan para aplikator dan alhamdulillah komitmen kuat dari para aplikator juga diwakili dengan yang hadir pada pagi hari ini,” kata Airlangga, Selasa (3/3).

“Kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal. H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri,” imbuhnya.