Jakarta – indeks harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan terkoreksi pada awal pekan ini. Bahkan,pada pembukaan perdagangan Senin (2/2),indeks sempat anjlok hingga 5 persen.
Data RTI Infokom mencatat, IHSG terus merosot hingga 5,08 persen ke level 7.906 pada pukul 09.18 WIB. Sebanyak 596 saham terpantau berada di zona merah.
Sementara itu, hanya 53 saham yang berpotensi naik dan 59 saham stagnan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi. Sentimen pasar masih cenderung wait and see terhadap pertemuan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi data free float.
“Di sisi lain juga dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi dan juga emiten gold related di mana harga emas dunia yang terkoreksi,” ujar Herditya.
Herditya juga menyampaikan potensi trading halt masih perlu dicermati, terutama karena emiten perbankan berkapitalisasi besar masih bergerak menguat.
“Saat ini batasan trading halt berada di angka 8 persen, nanti kita dapat cermati ke depannya, karena kalau kita lihat saat ini emiten perbankan berkapitalisasi big caps masih bergerak menguat,” tambahnya.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan tekanan di pasar saham cenderung mengarah pada aksi trading jangka pendek.Hal ini dipicu oleh pemanfaatan kenaikan IHSG pada akhir pekan lalu.
“Saat ini pasar dalam penantian hasil pertemuan dari pihak pejabat Bursa (BEI) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan pihak MSCI terkait transparansi data struktur pemegang saham dan aturan free float kemarin,” kata Ivan.
Ivan memproyeksikan peluang penutupan sementara perdagangan (trading halt) cenderung masih kecil, tidak seperti pekan lalu. namun, ia tidak menutup kemungkinan jika terjadi trading halt jika ada sentimen negatif lain.
“Peluang trading halt mestinya kecil ya, tidak seperti pekan lalu. Meski tidak menutup kemungkinan jika ada tiba-tiba ada sentimen negatif lain,” pungkasnya.
Saat ini,IHSG masih bertahan di zona merah sejak pasar saham dibuka turun 33,45 poin atau 0,40 persen ke level 8.306. Pada awal sesi,indeks saham sempat menyentuh level tertinggi di 8.313 sementara level terendahnya berada di 8.172.
Aktivitas transaksi terpantau cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 3,78 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp2,67 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 293.573 kali. Pada pembukaan perdagangan ini, 175 saham menguat, 397 saham melemah, dan 125 saham stagnan.







