JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (14/4/2026). Optimisme pasar muncul setelah indeks berhasil ditutup naik 0,56% ke level 7.500,19 pada Senin (13/4).
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menilai IHSG masih memiliki ruang untuk tumbuh meski pergerakannya diproyeksikan cenderung fluktuatif. Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan momentum penguatan yang konsisten, didukung oleh RSI yang berada di level 52. Hal ini menandakan sentimen beli masih cukup mendominasi pasar.
IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang *support* 7.367 dan *resistance* 7.653.
Sentimen positif utama saat ini datang dari kenaikan harga minyak mentah dunia yang menembus level US$102 per barel. Lonjakan ini menjadi katalis kuat bagi emiten sektor energi dan komoditas. Selain itu, momentum musim pembagian dividen turut menjaga minat investor terhadap saham-saham dengan *yield* menarik, seperti ADMF, CMRY, SIDO, NISP, dan ARNA.
Di sisi lain, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengingatkan bahwa pelaku pasar tetap perlu mewaspadai dinamika ekonomi global. Fokus investor kini tertuju pada rilis data neraca dagang China dan *Producer Price Index* (PPI) Amerika Serikat.
“Investor saat ini juga masih mencermati perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah,” ujarnya.
Herditya memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang *support* 7.415 dan *resistance* 7.527. Dalam kondisi pasar saat ini, investor disarankan mencermati beberapa saham pilihan, di antaranya ARCI di rentang harga Rp1.605–Rp1.670, DSNG di Rp1.830–Rp1.885, serta INET di Rp328–Rp348.
Sementara itu, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi strategi *trading buy* pada saham ADRO dengan *support* Rp2.390 dan *resistance* Rp2.600. Selain itu, saham BWPT direkomendasikan pada kisaran Rp126–Rp156, serta NCIL di rentang harga Rp855–Rp1.085.
Secara keseluruhan, meski tren IHSG dinilai masih positif, investor tetap diimbau untuk berhati-hati terhadap volatilitas pasar yang dipicu oleh sentimen global maupun dinamika geopolitik terkini.







