Bursa Saham

IHSG Rebound 0,45% ke Level 6.372 Ditopang Sentimen Domestik Positif

48
×

IHSG Rebound 0,45% ke Level 6.372 Ditopang Sentimen Domestik Positif

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar perdagangan Bursa Efek Indonesia
IHSG menguat 0,45% ke level 6.372 pada awal perdagangan Jumat (7/8/2026) didorong sentimen positif domestik.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan pada awal perdagangan Jumat (7/8/2026). Indeks rebound sebesar 0,45% atau 28,822 poin ke level 6.372,533.

Data RTI pukul 09.09 WIB menunjukkan sebanyak 275 saham mengalami kenaikan. Sementara itu, 208 saham terpantau melemah dan 205 saham lainnya bergerak stagnan.

Total volume perdagangan tercatat mencapai 4,4 miliar saham. Adapun nilai transaksi yang dibukukan pasar mencapai Rp 1,5 triliun.

Penguatan IHSG didorong oleh dominasi sentimen positif dari dalam negeri. Salah satu pemicu utama adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 yang mencapai 5,29% secara tahunan (year on year).

Capaian pertumbuhan tersebut melampaui ekspektasi pasar. Kondisi ini diperkuat oleh penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran, serta tambahan stimulus pemerintah untuk semester II-2026.

Secara sektoral, mayoritas indeks berada di zona hijau. Sektor IDX Energy memimpin penguatan dengan kenaikan 1,05%.

Sektor lain yang turut menopang indeks adalah IDX Infrastructure dengan kenaikan 0,92%. Sektor IDX Property juga mencatatkan apresiasi sebesar 0,80%.

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers LQ45 antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 3,35% ke Rp 185. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turut menguat 3,35% ke level Rp 9.250.

Selain itu, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) naik 2,29% ke posisi Rp 1.115. Di sisi lain, saham top losers LQ45 meliputi MAPI, EMTK, dan HRTA.

Sentimen eksternal juga memberikan pengaruh terhadap pergerakan pasar. Investor merespons positif harapan meredanya konflik di Timur Tengah.

Pasar juga menanti arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter masih menjadi katalis optimisme investor global.

Di tengah optimisme tersebut, pelaku pasar domestik mencermati pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia pekan ini. Keputusan tersebut dinilai krusial bagi stabilitas nilai tukar rupiah ke depan.

Investor juga menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan berada di kisaran US$ 145,6 miliar. Indeks Harga Properti juga diproyeksikan tumbuh 0,8% secara tahunan.

Kondisi pasar modal domestik turut bersinggungan dengan perkembangan industri emas. PT KSEI baru saja menerbitkan ISIN EGR, yang membuka peluang bagi PT Pegadaian untuk menjadi pemasok fisik emas bagi instrumen ETF emas di pasar modal.

Sementara itu, pergerakan bursa regional cenderung bervariasi. Indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang bergerak mendatar pada perdagangan hari ini.

Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun 0,9%. Indeks KOSPI Korea Selatan juga melemah 0,5% di tengah kekhawatiran global terhadap data ketenagakerjaan Amerika Serikat.