Bursa Saham

IHSG Menguat Pagi Ini, BUMI hingga ESSA Pimpin Top Gainers LQ45

14
×

IHSG Menguat Pagi Ini, BUMI hingga ESSA Pimpin Top Gainers LQ45

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di layar monitor saat perdagangan sesi pagi.
IHSG dibuka menguat ke level 6.348,55 pada perdagangan Kamis pagi.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (23/7/2026) dengan optimisme di zona hijau. Pada pukul 09.00 WIB, indeks tercatat menguat 16,29 poin atau naik 0,22% ke level 6.348,55.

Sentimen positif menyelimuti pasar saham domestik sejak pembukaan sesi pagi. Sebanyak 274 saham mencatatkan kenaikan harga, sementara 120 saham mengalami koreksi dan 250 saham lainnya stagnan.

Penguatan IHSG ditopang oleh kinerja mayoritas indeks sektoral. Sembilan dari sebelas sektor mencatatkan kenaikan, dengan sektor teknologi menjadi motor penggerak utama setelah menguat 1,82%.

Sektor energi turut memberikan kontribusi signifikan dengan kenaikan 0,59%. Menyusul di belakangnya, sektor barang baku mencatat kenaikan sebesar 0,48%.

Di sisi lain, tekanan terjadi pada dua sektor yang berada di zona merah. Sektor perindustrian tercatat melemah 0,38%, diikuti oleh sektor kesehatan yang terkoreksi 0,13%.

Aktivitas perdagangan pada pagi hari ini menunjukkan nilai transaksi yang cukup dinamis. Tercatat total volume perdagangan mencapai 2,03 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 621,19 miliar.

Dalam jajaran saham berkapitalisasi besar atau LQ45, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan harga sebesar 2,98%. Posisi tersebut diikuti oleh PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang naik 2,42% dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar 1,82%.

Sebaliknya, beberapa saham big caps mengalami tekanan jual pada awal sesi perdagangan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar top losers dengan pelemahan 1,15%.

Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) juga terkoreksi sebesar 0,63%. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan penurunan harga sebesar 0,39%.

Pergerakan IHSG hari ini menjadi perhatian pelaku pasar di tengah fluktuasi pasar keuangan global. Investor saat ini tengah mencermati dinamika kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang diprediksi akan memberikan dampak terhadap nilai tukar rupiah dan arus modal asing.

Kondisi pasar modal Indonesia pada Juli 2026 terus menunjukkan volatilitas yang dipengaruhi oleh berbagai sentimen makro. Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (22/7), pasar sempat mencatatkan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp 920 miliar saat indeks terkoreksi.

Tren penguatan indeks sepanjang Juli 2026 sendiri sempat terjadi pada awal bulan, tepatnya pada 2 Juli 2026, di mana IHSG berhasil ditutup di level 5.744 berkat dukungan saham perbankan. Stabilitas pasar keuangan domestik tetap menjadi fokus utama pelaku pasar di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global dan regional.