JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif dengan reli selama tujuh hari perdagangan berturut-turut hingga Sabtu (18/7/2026). Sepanjang pekan ini, indeks saham domestik tersebut berhasil menguat sebesar 4,24% dan menetap kokoh di atas level psikologis 6.000, tepatnya pada posisi 6.175,53.
Meskipun performa indeks di pasar modal Indonesia menunjukkan tren kenaikan yang kuat, dinamika arus modal asing masih menunjukkan sikap hati-hati. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp617,72 miliar di seluruh pasar selama periode sepekan terakhir.
Fenomena ini menunjukkan adanya divergensi antara pergerakan indeks yang menguat dengan perilaku investor institusi global. Secara akumulatif, tekanan jual dari pihak asing masih membayangi pasar meskipun sentimen domestik cenderung positif.
Namun, arah kebijakan investasi asing tampak mulai bergeser pada penutupan perdagangan akhir pekan. Pada Jumat (17/7/2026), investor asing justru mencatatkan net buy atau beli bersih senilai Rp638,57 miliar.
Aksi beli pada perdagangan akhir pekan tersebut menjadi katalis utama yang menopang penguatan IHSG. Investor global terlihat mulai menyasar sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps yang sebelumnya sempat mengalami tekanan jual cukup dalam.
Di sisi lain, daftar saham yang menjadi sasaran penjualan bersih asing selama sepekan masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi pasar jumbo. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan net sell tertinggi mencapai Rp691,53 miliar.
Menyusul di posisi kedua, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan net sell sebesar Rp410,58 miliar. Sementara itu, PT Astra International Tbk (ASII) berada di urutan ketiga dengan nilai jual bersih mencapai Rp398,98 miliar.
Daftar sepuluh saham dengan net sell asing terbesar lainnya mencakup PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar Rp180,65 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp97,02 miliar. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga mencatat net sell sebesar Rp96,09 miliar.
Selain itu, investor asing turut melepas saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp64,95 miliar. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyusul dengan nilai Rp62,31 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp58,52 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp56,13 miliar.
Penguatan IHSG yang mencapai 4,24% dalam tujuh hari terakhir ini menjadi sinyal positif bagi pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Para pelaku pasar tetap mencermati pergerakan saham big caps yang menjadi penentu arah indeks ke depan.
Analisis pasar menunjukkan bahwa meskipun terjadi net sell mingguan, stabilitas indeks di atas level 6.000 memberikan keyakinan bagi investor domestik. Transaksi beli bersih pada akhir pekan diharapkan menjadi awal dari pembalikan tren arus modal asing yang lebih stabil.






