Tutup
EkonomiNewsPerdagangan

Indonesia Jajaki Ekspor Pupuk Urea ke Tiga Negara

276
×

Indonesia Jajaki Ekspor Pupuk Urea ke Tiga Negara

Sebarkan artikel ini
sebut-ada-3-negara-minta-dikirim-pupuk-urea-dari-indonesia-gegara-selat-hormuz-ditutup,-mentan-amran:-masih-nego
Sebut Ada 3 Negara Minta Dikirim Pupuk Urea dari Indonesia Gegara Selat Hormuz Ditutup, Mentan Amran: Masih Nego

Jakarta – Indonesia berpotensi mengekspor pupuk urea ke tiga negara di tengah ketegangan geopolitik yang menyebabkan penutupan Selat Hormuz.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan hal ini saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Minggu (5/4/2026).

“Kita akan ekspor (pupuk) urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta. Ada tiga negara meminta,” ujar Mentan Amran.

Meski demikian, Mentan Amran belum bersedia mengungkap identitas ketiga negara tersebut karena proses negosiasi masih berlangsung.

Pemerintah berharap kesepakatan ekspor ini akan memberikan nilai tambah dan keuntungan optimal bagi Indonesia.

“Ya nanti, kan ini masih nego (negosiasi), supaya harga kita agak lebih bagus,” imbuhnya.

Mentan Amran menambahkan, pemerintah telah mengamankan pasokan pupuk sejak awal tahun melalui pembelian bahan baku. Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan pupuk nasional.

Kebijakan ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan sektor pertanian.

Mentan amran juga menegaskan bahwa ketegangan politik di Timur Tengah tidak berdampak signifikan terhadap harga pangan di Indonesia.

Ketersediaan beras nasional saat ini aman dengan stok mencapai 4,5 juta ton, cukup untuk 11 bulan ke depan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyatakan bahwa ekspor pupuk urea tetap dilakukan sepanjang kebutuhan domestik terpenuhi.

Prioritas utama adalah menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan bagi sektor pertanian nasional.

“Yang penting Indonesia aman dulu baru ekspor,” kata Rahmad usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4).

Dalam kondisi saat ini, Indonesia masih mampu mengekspor pupuk urea untuk membantu negara-negara tetangga yang mengalami keterbatasan pasokan akibat penutupan Selat Hormuz.

Rahmad menyebutkan negara tujuan ekspor pupuk urea Indonesia selama ini antara lain australia, India, dan Filipina.

kapasitas produksi pupuk urea nasional mencapai 8,8 juta ton secara operasional,meskipun kapasitas terpasang sebesar 9,4 juta ton.

Meskipun harga urea global meningkat tajam, Indonesia tetap aman karena sebagian besar kebutuhan dipenuhi dari produksi dalam negeri.Kuota ekspor pupuk Indonesia berkisar sekitar 1,5 juta ton, namun penyalurannya fleksibel mengikuti kondisi pasokan domestik.