Tutup
InvestasiTeknologi

Industri Sayur Indonesia Tumbuh di Tengah Tekanan Global

94
×

Industri Sayur Indonesia Tumbuh di Tengah Tekanan Global

Sebarkan artikel ini
teknologi-ini-diharapkan-bisa-jawab-tantangan-perubahan-iklim
Teknologi Ini Diharapkan bisa Jawab Tantangan Perubahan Iklim

Jakarta – Di tengah tekanan global akibat meningkatnya tensi geopolitik,prospek industri sayuran Indonesia dinilai sangat menjanjikan seiring besarnya nilai bisnis komoditas tersebut.

Nilai total produksi sayuran nasional saat ini diperkirakan mencapai Rp120 triliun per tahun. Potensi itu juga ditopang tingkat keuntungan petani sayur yang dinilai cukup besar, bahkan lebih tinggi dibanding rata-rata keuntungan petani komoditas lain.

Pakar pertanian IPB University Bayu Krisnamurthi mengatakan, dengan prospek besar tersebut, yang dibutuhkan adalah sistem pangan yang mendukung pengembangan persayuran Indonesia.

“Dengan prospek besar itu yang dibutuhkan adalah sistem pangan yang mendukung pengembangan ‘persayuran’ Indonesia,” ujarnya di Jakarta, rabu, 22 April 2026.

Menurut dia, sistem pangan sayuran atau vegetables food system melibatkan sejumlah komponen penting, mulai dari benih sayur yang baik dan terjamin, usahatani dan petani sayur yang andal, hingga sistem penanganan pascapanen yang modern serta mampu menjaga stabilitas pasokan, kesegaran sayur, dan keamanan pangan.

Saat ini, sistem pangan sayuran menghadapi tantangan yang tidak ringan. Perubahan iklim dan ketidakpastiannya menjadi ancaman yang makin nyata.

Kenaikan harga pupuk dan plastik kemasan akibat perang disebut benar-benar dapat memukul usaha persayuran di sektor hulu dan hilir. Konversi dan degradasi lahan terus mengurangi kapasitas produksi sayur, sementara usia petani yang semakin tua turut memperburuk keadaan.

Bayu menilai, solusi utama yang bisa diandalkan adalah teknologi yang digerakkan oleh investasi.Teknologi perbenihan diharapkan mampu menjawab tantangan keragaman jenis dan kualitas permintaan konsumen, sekaligus menghadapi perubahan iklim.

Dengan lahan yang semakin sempit, dibutuhkan tanaman yang lebih produktif, sekaligus untuk meningkatkan pendapatan petani.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director East West Seed Indonesia (Ewindo) Glenn Pardede mengatakan, plant genetic resources, termasuk benih, merupakan pondasi biologis ketahanan pangan sekaligus dasar utama dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Berbagai studi menunjukkan peningkatan genetik melalui varietas unggul dapat memberikan kenaikan hasil sekitar 20-50 persen, tergantung komoditas dan kondisi.

“Kami melihat bahwa benih unggul adalah pondasi penting, tetapi tidak berdiri sendiri. Kami mendorong pendekatan dan kontribusi yang lebih luas dalam sistem pangan melalui peningkatan kapasitas petani dan mendorong konsumsi pangan sehat,” tuturnya.

Terkait perakitan benih unggul, Ewindo memfokuskan pengembangan pada benih yang adaptif terhadap perubahan iklim dan tekanan lingkungan. Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan mengalokasikan investasi cukup besar pada peralatan bio molekuler dan double haploid.