Tutup
PariwisataPerbankan

Integrasi Transportasi Mengembalikan Kejayaan Kawasan Blok M Jakarta

149
×

Integrasi Transportasi Mengembalikan Kejayaan Kawasan Blok M Jakarta

Sebarkan artikel ini
rahasia-blok-m-bangkit-lagi-dari-pusat-belanja-lawas-jadi-magnet-gen-z
Rahasia Blok M Bangkit Lagi dari Pusat Belanja Lawas Jadi Magnet Gen Z

Jakarta – Kawasan Blok M di Jakarta Selatan kini kembali menjadi magnet utama bagi warga, terutama saat akhir pekan. Pemandangan ini sangat kontras dengan kondisi beberapa tahun silam, di mana kawasan ini tampak meredup dengan banyaknya kios tutup dan lorong pusat perbelanjaan yang sepi.

Kini, suasana Blok M jauh lebih hidup dengan antrean kuliner yang mengular hingga kafe yang dipadati anak muda. Jalur pedestrian di sekitar kawasan tersebut pun tak pernah luput dari aktivitas pejalan kaki.

Pengamat tata kota, Yayat Supriatna, menilai kebangkitan kembali Blok M tidak terjadi secara instan. Menurutnya, kawasan ini memiliki memori kolektif yang kuat sebagai simpul transportasi dan pusat perdagangan sejak puluhan tahun lalu.

“Blok M itu adalah brand masa lalu yang bersinar kembali menjadi brand masa kini. Blok M dulu menjadi hub bagi mobilitas transportasi dan pusat perdagangan serta jasa,” ujar Yayat, Jumat (22/5).

Yayat menjelaskan, popularitas kawasan ini sempat terpuruk seiring memudarnya peran bus konvensional seperti Metro Mini, Kopaja, dan PPD. Kondisi tersebut diperparah oleh pandemi Covid-19 yang mengubah pola belanja masyarakat serta menekan daya beli.

Namun, integrasi transportasi massal kini menjadi kunci utama pemulihan kawasan. Kehadiran MRT Jakarta serta integrasi layanan TransJakarta dan TransJabodetabek menjadikan Blok M sebagai titik temu mobilitas warga dari wilayah penyangga seperti Bogor, Bekasi, hingga Cikarang.

Penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) terbukti efektif menarik bisnis ritel, hotel, dan kuliner untuk kembali tumbuh di sekitar stasiun. Selain transportasi, pergeseran fokus kawasan ke arah gaya hidup dan wisata kuliner juga menjadi faktor penentu.

Revitalisasi ruang publik, seperti Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dan pemanfaatan gedung lama menjadi M Bloc Space, berhasil menggaet minat generasi muda. Yayat menambahkan bahwa citra ‘anak Jaksel’ yang melekat pada kawasan tersebut memberikan daya tarik sosial yang sulit tergantikan.

“Yang paling menarik adalah wisata kuliner dengan keragaman masakan nusantara, harga terjangkau, dan kafe-kafe yang disukai generasi Z,” ungkapnya.

Saat ini, Blok M sukses mengemas kembali nostalgia kawasan lama dengan tren modern. Pengunjung dari berbagai daerah pun rela datang menggunakan angkutan umum hanya untuk menikmati suasana atau berburu kuliner viral.

Yayat menekankan bahwa keberhasilan Blok M bisa menjadi pembelajaran bagi kawasan lain di Jakarta. Kuncinya terletak pada kemudahan akses transportasi publik yang terintegrasi, kepadatan pasar, serta keberagaman fungsi kawasan yang menjawab kebutuhan gaya hidup masa kini.