Tutup
Teknologi

Kaspersky Temukan Kata Sandi Bocor Mudah Diretas Sehari

81
×

Kaspersky Temukan Kata Sandi Bocor Mudah Diretas Sehari

Sebarkan artikel ini
jangan-coba-coba-pakai-kata-‘skibidi’-untuk-password
Jangan Coba-coba Pakai Kata ‘Skibidi’ untuk Password

Jakarta – Kebiasaan pengguna internet dalam membuat kata sandi kembali disorot setelah analisis atas 231 juta sandi unik dari kebocoran data besar periode 2023-2026 menunjukkan mayoritas sandi modern masih bisa ditembus kurang dari sehari.

Kaspersky menyimpulkan, syarat minimal seperti panjang karakter dan penambahan simbol belum menjamin keamanan. Di banyak kasus, kata sandi yang terlihat kuat tetap mudah dibobol melalui brute force, termasuk serangan yang kini diperkuat kecerdasan buatan.

Pola yang paling sering muncul juga terbilang berulang. Banyak sandi diawali atau diakhiri angka, sementara penggunaan simbol cenderung terbatas. Tanda “@” menjadi simbol yang paling sering ditemukan, dengan porsi sekitar 10 persen, disusul titik yang hanya muncul pada 3 persen kasus.

Kecenderungan pada deretan angka bahkan lebih mencolok. Sekitar 53 persen kata sandi yang diteliti berakhir dengan angka, 17 persen diawali angka, dan hampir 12 persen memuat rangkaian angka yang menyerupai tanggal antara 1950 hingga 2030. Pola sederhana seperti “1234” masih banyak dipakai, bersama susunan keyboard seperti “qwerty” atau “ytrewq” yang muncul sekitar 3 persen.

Di saat yang sama,pengguna juga terlihat mengikuti tren kata-kata populer di internet. Salah satu contohnya adalah istilah “Skibidi”, yang penggunaannya dalam kata sandi dilaporkan melonjak 36 kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

alexey Antonov, Data Science Team Lead di Kaspersky, mengatakan pola yang mudah ditebak justru memudahkan pelaku kejahatan siber. Ia menjelaskan, brute force bekerja dengan menjajal kombinasi karakter satu per satu sampai menemukan sandi yang tepat. “Begitu penyerang mengetahui karakter yang cenderung dipilih pengguna, waktu untuk membobol kata sandi bisa berkurang drastis,” ujarnya.

Antonov menilai menambahkan angka, huruf kapital, atau simbol secara acak pada posisi yang mudah diprediksi bukan solusi ideal. Ia menyarankan penggunaan generator kata sandi yang benar-benar acak dan menempatkan huruf, angka, serta simbol dengan peluang yang setara agar sandi lebih sulit ditembus.