Tutup
NewsPendidikan

Kejaksaan Agung Kawal Transparansi Program Makan Bergizi Gratis

199
×

Kejaksaan Agung Kawal Transparansi Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
jamintel-kejagung-reda-manthovani-perketat-pengawasan-program-mbg-demi-generasi-emas-indonesia
Jamintel kejagung Reda Manthovani Perketat Pengawasan Program MBG demi Generasi Emas Indonesia

Jakarta – Kejaksaan Agung menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pengawasan ketat ini dilakukan guna memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima utama.

Jaksa muda Intelijen Kejaksaan Agung, Reda Manthovani, menyatakan pihaknya mendukung penuh sinergi lintas lembaga dalam mengawal program strategis nasional tersebut. Menurutnya, pendampingan hukum sangat krusial untuk memberikan kepastian bagi setiap kebijakan di lapangan.

Reda menjelaskan, Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para pelaksana program di daerah. Dengan adanya pendampingan ini,petugas dapat bekerja lebih tenang dan fokus tanpa dibayangi kekhawatiran terkait kesalahan administratif.”Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan oleh negara benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak kita. Jangan sampai ada keraguan dari para pelaksana di lapangan karena mereka merasa takut salah secara administratif,” ujar Reda di Jakarta, Rabu (8/4/2026).Ia menekankan pentingnya menutup celah penyimpangan, baik dalam proses distribusi maupun pelaksanaan di lapangan. Pengawalan ketat dari Kejaksaan diyakini mampu mendorong profesionalisme sekaligus menjaga integritas program secara menyeluruh.Program makan Bergizi Gratis merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Reda optimistis cita-cita membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul dapat tercapai melalui pelaksanaan program yang berintegritas tinggi.

Dukungan serupa datang dari Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana. Ia menilai kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi program di lapangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

“Pengawasan yang kuat akan memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” pungkas Adhitya.Jakarta – Kejaksaan Agung menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pengawasan ketat ini dilakukan guna memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima utama.

Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Reda manthovani, menyatakan pihaknya mendukung penuh sinergi lintas lembaga dalam mengawal program strategis nasional tersebut. Menurutnya,pendampingan hukum sangat krusial untuk memberikan kepastian bagi setiap kebijakan di lapangan.

Reda menjelaskan, Kejaksaan tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para pelaksana program di daerah. Dengan adanya pendampingan ini, petugas dapat bekerja lebih tenang dan fokus tanpa dibayangi kekhawatiran terkait kesalahan administratif.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan oleh negara benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak kita.Jangan sampai ada keraguan dari para pelaksana di lapangan karena mereka merasa takut salah secara administratif,” ujar Reda di Jakarta, Rabu (8/4/2026).Ia menekankan pentingnya menutup celah penyimpangan, baik dalam proses distribusi maupun pelaksanaan di lapangan. Pengawalan ketat dari Kejaksaan diyakini mampu mendorong profesionalisme sekaligus menjaga integritas program secara menyeluruh.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Reda optimistis bahwa cita-cita membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul dapat tercapai melalui pelaksanaan program yang berintegritas tinggi.

dukungan serupa datang dari Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana. Ia menilai kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi program di lapangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

“Pengawasan yang kuat akan