Tutup
Regulasi

Kemendag Cari Pemasok Bahan Baku Plastik dari India hingga Afrika

162
×

Kemendag Cari Pemasok Bahan Baku Plastik dari India hingga Afrika

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) kini tengah berupaya mencari pemasok alternatif untuk bahan baku bijih plastik guna meredam lonjakan harga di pasar domestik. Langkah ini diambil menyusul terganggunya rantai pasok global akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, Indonesia selama ini sangat bergantung pada impor bahan baku plastik berupa nafta dari Timur Tengah. Namun, eskalasi konflik di wilayah tersebut secara otomatis menghambat distribusi logistik.

“Kami sedang menjajaki pasokan alternatif dari India, Amerika Serikat, dan Afrika,” ujar Budi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Pemerintah juga tengah membuka komunikasi dengan produsen di sejumlah negara kawasan, seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Meski komunikasi telah terjalin, Budi mengakui bahwa proses transisi ini memerlukan waktu penyesuaian terkait kuota dan jadwal pengiriman.

“Kondisi perang membuat proses pengapalan menjadi lebih lambat. Saat ini, kami masih mengoptimalkan stok yang ada sambil memproses opsi pasokan baru,” jelasnya.

Budi menambahkan, situasi ini merupakan krisis global yang dipicu oleh keterbatasan bahan baku akibat kondisi *force majeure* di berbagai negara. Meski demikian, Kemendag memastikan akan terus melakukan diversifikasi negara pemasok guna menjaga stabilitas harga di tingkat pedagang.

Ia memahami kekhawatiran para pedagang terhadap kenaikan harga plastik yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mencari solusi agar pasokan bahan baku dapat kembali normal dan harga tetap terkendali.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) baru-baru ini mengambil keputusan bisnis yang cukup penting, yakni bakal menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pty Ltd di Australia. Aksi ini dilakukan AADI melalui anak usahanya Adaro Capital Limited. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Adaro Capital menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 14 April 2026 sehubungan dengan…