Tutup
Regulasi

Kemendag Cari Pemasok Bahan Baku Plastik dari India hingga Afrika

213
×

Kemendag Cari Pemasok Bahan Baku Plastik dari India hingga Afrika

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) kini tengah berupaya mencari pemasok alternatif untuk bahan baku bijih plastik guna meredam lonjakan harga di pasar domestik. Langkah ini diambil menyusul terganggunya rantai pasok global akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, Indonesia selama ini sangat bergantung pada impor bahan baku plastik berupa nafta dari Timur Tengah. Namun, eskalasi konflik di wilayah tersebut secara otomatis menghambat distribusi logistik.

“Kami sedang menjajaki pasokan alternatif dari India, Amerika Serikat, dan Afrika,” ujar Budi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Pemerintah juga tengah membuka komunikasi dengan produsen di sejumlah negara kawasan, seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Meski komunikasi telah terjalin, Budi mengakui bahwa proses transisi ini memerlukan waktu penyesuaian terkait kuota dan jadwal pengiriman.

“Kondisi perang membuat proses pengapalan menjadi lebih lambat. Saat ini, kami masih mengoptimalkan stok yang ada sambil memproses opsi pasokan baru,” jelasnya.

Budi menambahkan, situasi ini merupakan krisis global yang dipicu oleh keterbatasan bahan baku akibat kondisi *force majeure* di berbagai negara. Meski demikian, Kemendag memastikan akan terus melakukan diversifikasi negara pemasok guna menjaga stabilitas harga di tingkat pedagang.

Ia memahami kekhawatiran para pedagang terhadap kenaikan harga plastik yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mencari solusi agar pasokan bahan baku dapat kembali normal dan harga tetap terkendali.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada hari terakhir bulan Mei 2026. Pada Jumat (29/5/2026), IHSG turun tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini telah anjlok 29,14%. Tekanan pasar kali ini terutama dipicu oleh efektifnya rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berlaku pada…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Investor ritel perlu lebih selektif menentukan strategi investasi emas. Pasalnya, saat harga emas mulai rebound setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir, spread harga jual dan buyback emas batangan masih relatif lebar. Melansir Bloomberg, pada perdagangan Jumat (29/5/2026), Harga emas spot ditutup pada level US$ 4.540,26 per ons troi, naik 1% disbanding sehari sebelumnya. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Kinerja PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) pada tahun buku 2025 dinilai menunjukkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Perseroan mencatat lonjakan pendapatan sebesar 62,1% secara tahunan menjadi Rp 577 miliar, serta berhasil membalikkan kinerja menjadi laba bersih sekitar Rp65 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Adrian Djie menilai, pertumbuhan tersebut bukan sekadar faktor sementara, melainkan ditopang oleh perbaikan…