Tutup
EkonomiPerbankan

Kemenkeu Genjot Pajak: Digitalisasi, Tekan Bocor, Intensifkan Upaya

218
×

Kemenkeu Genjot Pajak: Digitalisasi, Tekan Bocor, Intensifkan Upaya

Sebarkan artikel ini
kemenkeu-siapkan-3-jurus-kejar-setoran-pajak-demi-jaga-defisit-apbn
Kemenkeu Siapkan 3 Jurus Kejar Setoran Pajak Demi Jaga Defisit APBN

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan tiga strategi utama untuk menggenjot penerimaan pajak.Langkah ini diambil demi menjaga defisit anggaran tetap terkendali.

Tujuannya, agar belanja negara dapat didukung tanpa menambah tekanan fiskal.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit APBN di bawah 3 persen.

Menurutnya, disiplin defisit adalah fondasi utama dalam merancang kebijakan penerimaan negara.

“Pertama, saya perlu tekankan bahwa kita akan terus memastikan defisit itu di bawah 3 persen,” ujar juda dalam acara CNBC Indonesia Outlook, Selasa (10/2).

Strategi pertama adalah mendorong kepatuhan wajib pajak melalui digitalisasi.

Penerapan Coretax dan sistem digital lainnya diharapkan meningkatkan efektivitas pengawasan dan kepatuhan pajak.

“Beberapa hal sudah dan akan terus dilakukan. Yang pertama tentu saja mendorong kepatuhan.Beberapa inisiatif termasuk Coretax dan digitalisasi untuk memastikan kepatuhan meningkat,” kata Juda.

Langkah kedua adalah menekan kebocoran penerimaan negara dari sektor pajak, bea cukai, dan PNBP.

Fokus ini dinilai penting dalam jangka pendek untuk mengamankan basis penerimaan.

“Ini yang menjadi fokus kita dalam jangka pendek, bagaimana ini bisa kita terus kurangi, kita terus tekan,” jelasnya.

Strategi ketiga adalah mengintensifkan upaya menekan praktik under-invoicing dalam ekspor dan impor.

Praktik ini dinilai menyebabkan potensi penerimaan dari PNBP dan cukai tidak maksimal.

“Ini yang kemudian menyebabkan pemasukan dari PNBP kita termasuk juga di cukai, ini akan kita intensifkan upaya-upaya untuk menekan adanya under-invoicing baik diekspor maupun diimpor,” pungkas Juda.