Tutup
Public Safety And Emergencies

Kemenpar Tingkatkan Keamanan Wisatawan di Tahun 2026

405
×

Kemenpar Tingkatkan Keamanan Wisatawan di Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

Labuan Bajo – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan memprioritaskan aspek keamanan pariwisata mulai tahun 2026, menyusul insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah di Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa program peningkatan keamanan wisata akan menjadi fokus utama.

“Kami akan mengadakan pelatihan, pendampingan, dan edukasi bagi sumber daya di transportasi pariwisata dan seluruh usaha pariwisata,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Indonesia belakangan ini semakin memperkuat keyakinan akan pentingnya keamanan wisata. Selain peningkatan kualitas SDM, koordinasi antar lembaga juga akan ditingkatkan.

“Kami ingin berkoordinasi lebih baik lagi. Jika ada yang perlu diperbaiki, Kementerian Perhubungan juga harus melakukan perbaikan untuk memastikan semua berjalan baik dan aman,” lanjut Widiyanti.

Tragedi KM Putri Sakinah terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025. Dari 11 penumpang, tujuh orang selamat, seorang wisatawan asal Spanyol meninggal dunia, dan tiga wisatawan Spanyol lainnya masih dalam pencarian.

Menpar Widiyanti menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan tersebut. Kemenpar, katanya, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.

“Wakil Duta Besar Spanyol hadir di Labuan Bajo untuk mendukung proses pencarian dan penanganan pascabencana. Kami juga hadir di lapangan, memantau perkembangan, dan membantu Kementerian Imigrasi mendampingi korban,” jelasnya.

Kemenpar mendukung penuh proses penanganan dan berharap ketiga korban yang hilang segera ditemukan. Langkah mitigasi juga ditingkatkan, terutama mempertimbangkan faktor cuaca.

“Ke depannya, kami akan lebih bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, karena izin pelayaran dan laik jalan kapal merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan,” pungkas Widiyanti.