Tutup
News

Lansia dan Disabilitas PDG 07 Dapat Layanan Khusus di Makkah

69
×

Lansia dan Disabilitas PDG 07 Dapat Layanan Khusus di Makkah

Sebarkan artikel ini
kloter-pdg-07-antar-24-jemaah-disabilitas-ke-masjidil-haram
Kloter PDG 07 Antar 24 Jemaah Disabilitas ke Masjidil Haram

Makkah – Kloter 07 Embarkasi Padang memusatkan perhatian pada jemaah lansia dan penyandang disabilitas setibanya di Makkah Al-Mukarramah. Mereka mendapat layanan khusus agar tetap bisa menunaikan umrah wajib dengan aman, meski memiliki keterbatasan fisik.

sebanyak 24 jemaah pengguna kursi roda diantar menuju Masjidil Haram pada Ahad (10/5). Sejak keluar dari hotel, mereka didampingi petugas hingga proses mobilisasi ke area ibadah berlangsung.

Pembimbing Ibadah Kloter PDG 07, Irfan Junaidi, mengatakan rombongan tiba di Makkah dari Madinah pada dini hari setelah berangkat sejak Sabtu (9/5/2026) pukul 17.00 waktu Arab Saudi. Setelah beristirahat, jemaah yang kondisi fisiknya sehat lebih dulu diberangkatkan untuk melaksanakan umrah wajib.

“Untuk jemaah lansia dan disabilitas, sore harinya kami antar secara khusus menggunakan kursi roda menuju Masjidil Haram,” kata Irfan, Senin (11/5).

ia menjelaskan, rangkaian layanan dimulai dari Hotel Al-Hidayah tower Aziziyah menuju terminal Jabal Qabah. Dari titik itu, jemaah kemudian dibantu tenaga pendorong resmi yang disiapkan Pemerintah arab Saudi.

Irfan menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama selama beraktivitas di Masjidil Haram.Karena itu, pihaknya memastikan seluruh tenaga pendorong yang digunakan adalah petugas resmi Arab Saudi. “Ini penting untuk menjamin keamanan dan keselamatan jemaah haji Indonesia,” ujarnya.

Ketua Kloter PDG 07, Misra Elfi, mengatakan kelompok terbang ini berisi 391 orang, terdiri atas 384 jemaah dan tujuh petugas pendamping. Mereka merupakan gabungan jemaah asal Bukittinggi dan Pariaman.

Dari total itu, 181 jemaah berusia di atas 60 tahun.Selain itu, ada 28 jemaah yang menggunakan alat bantu, terdiri atas 24 pengguna kursi roda dan lima pengguna tongkat. Kondisi tersebut membuat pengawasan kesehatan dijalankan lebih ketat selama berada di Tanah Suci.

“Karena dominasi jemaah lansia cukup tinggi, pelayanan dan pengawasan kesehatan terus kami perketat,” ujar Misra.

Data kesehatan kloter menunjukkan banyak jemaah memiliki penyakit penyerta,seperti hipertensi,diabetes melitus,obesitas,hingga gangguan jantung. Sebanyak 94 jemaah bahkan masuk kategori risiko tinggi berat.

Hingga rombongan tiba di makkah, satu jemaah bernama Yusmanidar Idris masih menjalani perawatan.Sementara itu,jemaah asal Bukittinggi,Yunilis Muin,sebelumnya wafat di Madinah pada 2 Mei 2026 dan dimakamkan di pemakaman Baqi.

Petugas kloter juga mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga stamina, membatasi aktivitas berlebihan, dan tidak memaksakan diri di tengah suhu panas ekstrem Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji.