Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

OJK Antisipasi Tekanan IHSG dari Rebalancing MSCI

79
×

OJK Antisipasi Tekanan IHSG dari Rebalancing MSCI

Sebarkan artikel ini
bos-ojk-buka-suara-jelang-pengumuman-msci-selasa-besok
Bos OJK Buka Suara Jelang Pengumuman MSCI Selasa Besok

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penyesuaian indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) berpotensi memberi tekanan jangka pendek pada pasar saham Indonesia, terutama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, otoritas yakin dampaknya tidak akan bertahan lama jika reformasi pasar modal terus diperkuat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan hasil peninjauan MSCI akan diumumkan pada Selasa (12/5). Dari proses tersebut, ia melihat peluang belum ada saham baru asal Indonesia yang masuk ke indeks.

“Besok pengumumannya kita tunggu,kan mereka sudah bilang meng-freeze. Jadi, enggak ada yang baru yang masuk, tapi yang lama mungkin akan keluar,” ujar Friderica di Jakarta, senin (11/5).

Ia menjelaskan, MSCI kali ini membekukan proses rebalancing sehingga peluang penambahan emiten Indonesia nyaris tertutup. Kondisi itu sekaligus membuka kemungkinan sejumlah saham yang sudah tercatat justru tersingkir dari daftar.

Meski demikian, Friderica meminta pelaku pasar tetap tenang. Menurut dia, langkah pembenahan yang sedang ditempuh Indonesia memang bisa memunculkan biaya penyesuaian dalam jangka pendek, tetapi manfaatnya akan terasa lebih besar dalam jangka panjang.

“Semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik lah, karena kan saya udah beberapa kali bilang, bahwa dengan perbaikan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya, dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai shorten pain lah, tapi insya Allah long term gain,” katanya.

Friderica menegaskan, upaya memperkuat transparansi dan integritas bukan sekadar respons atas peninjauan indeks, melainkan fondasi untuk memperbaiki struktur pasar modal nasional. OJK,kata dia,tetap optimistis pembenahan itu akan memperkuat basic pasar ke depan.

“Jadi, kalau kita mau lakukan perbaikan, itu supaya kita kan melakukan perbaikan fundamental,” ujarnya.

Sebelumnya, MSCI menyampaikan akan tetap mempertahankan pembekuan rebalancing hingga penyesuaian berikutnya pada Mei 2026.Lembaga itu juga berencana mengeluarkan saham-saham Indonesia yang tergolong high shareholding concentration (HSC) dari indeks.

Dalam pengumuman pada Selasa (21/4), MSCI menegaskan akan menggunakan data keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float. Selama kajian berlangsung, MSCI tidak akan memasukkan data baru dari sumber lain maupun dari keterbukaan tambahan.

MSCI menyebut kebijakan itu diambil untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas, sekaligus memberi waktu evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi pasar modal yang baru diumumkan.