Tutup
EkonomiNews

Mahyeldi-Irman Bergerak, Sumbar Ajukan Status Bencana Nasional

277
×

Mahyeldi-Irman Bergerak, Sumbar Ajukan Status Bencana Nasional

Sebarkan artikel ini
banjir-dan-longsor-sumbar:-mahyeldi-irman-sepakat-desak-status-bencana-nasional
Banjir dan Longsor Sumbar: Mahyeldi-Irman Sepakat Desak Status Bencana Nasional

padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansyarullah, menyatakan dukungan penuh terhadap desakan senator DPD RI, Irman Gusman, agar pemerintah pusat menetapkan bencana banjir dan longsor di Sumbar sebagai bencana nasional.

Dukungan ini disampaikan saat Mahyeldi menerima Irman Gusman di istana Gubernur Sumbar, Sabtu (6/12/2025).

“Saya setuju dengan langkah Pak Irman ini,” tegas Mahyeldi.

Menurutnya, situasi di Sumbar membutuhkan penanganan serius dan terukur, terutama pada tahap pemulihan yang membutuhkan dana besar dan waktu panjang.

Mahyeldi menilai inisiatif Irman Gusman sebagai senator yang memahami kondisi Sumbar adalah langkah tepat dan cepat.

“Kerusakan infrastruktur vital, korban jiwa yang terus bertambah, wilayah yang terisolasi, serta lumpuhnya aktivitas masyarakat adalah alarm penting,” ujarnya.

Ia menambahkan, skala bencana kali ini telah melumpuhkan berbagai kawasan. Banyak kampung hilang, nyawa melayang, dan ratusan rumah rusak.

“Jika tidak segera dimobilisasi dengan kekuatan nasional, maka pemulihan akan memakan waktu sangat lama,” tegasnya.

Mahyeldi menyoroti kerusakan parah pada Jalan Lembah Anai. Ia sepakat dengan Irman bahwa solusinya bukan sekadar membangun ulang, melainkan jembatan layang permanen seperti jalan tol.

“Ini urat nadi utama ekonomi serta penghubung wilayah pantai dengan darek. Penyelesaiannya butuh dana triliunan rupiah,” ujarnya.

Menurutnya,pemulihan pascabencana bukan hanya soal infrastruktur,tetapi juga pemulihan rumah warga,sawah,ladang,serta kondisi psikologis dan ekonomi masyarakat.

Irman Gusman memaparkan langkah-langkah strategis yang tengah ia lakukan agar bencana di Sumbar, sumatera Utara, dan Aceh ditetapkan sebagai bencana nasional.

“ini bencana lintas provinsi dan perlu penanganan satu komando dan dana puluhan triliun,” kata Irman.

ia menambahkan, pemerintah daerah dan pusat tidak perlu ragu menetapkan peristiwa ini sebagai bencana nasional.

Keduanya sepakat dengan estimasi kerugian dan kebutuhan pemulihan yang mencapai lebih dari Rp68 triliun untuk ketiga provinsi.

Dukungan juga datang dari Ketua LKAAM Sumatera Barat, Prof.Fauzi Bahar.

Ia menyampaikan dukungan saat mendampingi Irman meninjau lokasi bencana di Ikur Koto, Koto Tangah, Kota Padang.

Fauzi Bahar menegaskan, perjuangan Irman gusman perlu dukungan semua elemen.

“Jika hanya diatasi dengan gerakan seperti sekarang,paling hanya merupakan gerakan penanganan sampai tiga bulan ke depan,” ujarnya.