Tutup
NewsRegulasi

Mantan Menkeu Prediksi Suku Bunga The Fed Turun Paruh Kedua 2024

812
×

Mantan Menkeu Prediksi Suku Bunga The Fed Turun Paruh Kedua 2024

Sebarkan artikel ini
Chatib Basri Prediksi Suku Bunga The Fed Turun di Paruh Kedua 2024

Jakarta – Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri memprediksi suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) akan mulai turun pada paruh kedua 2024. Namun, penurunan tersebut akan tergantung pada perkembangan ekonomi tenaga kerja AS.

“Pengangguran di AS masih cukup ketat,” kata Chatib dalam Bank BTPN Economic Outlook 2023 di Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Saat ini, tingkat pengangguran AS berada di level 3,9%. Chatib mengatakan, tingkat pengangguran yang normal untuk AS adalah sekitar 5%.

Jika tingkat pengangguran AS meningkat, kemungkinan The Fed akan mulai menurunkan suku bunga. Namun, Chatib memperkirakan The Fed tidak akan menurunkan suku bunga hingga ke level sebelum kenaikan, yaitu 0,25%.

“Mungkin Fed Fund Rate akan bertahan pada kisaran 3-3,5%,” kata Chatib.

Senada, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga memproyeksikan suku bunga The Fed akan mulai melandai pada semester II-2024.

“Tahun depan juga masih tinggi, kemungkinan Fed Funds Rate baru turun pada paruh kedua tahun depan,” ujar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (13/11/2023).

BI memprediksi The Fed akan terus melakukan pengetatan kebijakan moneter hingga paruh pertama 2024. Dengan demikian, suku bunga acuan diperkirakan akan naik sekali lagi menjadi 5,75% dari 5,5%.

Namun, pada paruh kedua 2024, The Fed diperkirakan mulai melonggarkan suku bunga acuannya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…