Tutup
EkonomiManufakturPerbankan

Menperin Optimistis RI Salip Malaysia Jadi Raja Halal Dunia

276
×

Menperin Optimistis RI Salip Malaysia Jadi Raja Halal Dunia

Sebarkan artikel ini
menperin-optimistis-ri-salip-malaysia-jadi-raja-industri-halal-dunia
Menperin Optimistis RI Salip Malaysia Jadi Raja Industri Halal Dunia

Jakarta – Indonesia bertekad menduduki posisi puncak dalam industri halal global, menargetkan untuk melampaui Malaysia dalam waktu dekat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis Indonesia akan segera memimpin industri halal dunia.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat ketiga dalam pengembangan ekosistem industri halal, di bawah Malaysia dan Arab saudi.

“Indonesia berada di peringkat ketiga dalam pembangunan ekosistem industri halal, di bawah Malaysia dan Saudi Arabia,” ujar Agus dalam konferensi pers di Gedung Kemenperin, Senin (20/10).

Menurut laporan The Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, lima negara teratas dalam industri halal adalah Malaysia, Arab saudi, Indonesia, UEA, dan Bahrain.

agus menjelaskan, meskipun belum menjadi yang teratas, Indonesia mencatat kemajuan signifikan dengan kenaikan skor tertinggi, yaitu 19,8 poin.

Sebaliknya, Malaysia mengalami penurunan skor sebesar 28,1 poin.

“Meskipun kita masih di peringkat ketiga, tetapi tahun 2024 Indonesia mencatat kenaikan skor tertinggi di dunia.Ini menunjukkan arah yang sangat positif,” katanya.

Agus optimistis tren positif ini akan membawa Indonesia ke posisi puncak.

“kita harus yakin dan terus mengupayakan agar Indonesia bisa menempati posisi pertama dalam pembangunan produk-produk halal dan penguatan ekosistem industri halal,” tegasnya.

Selain fokus pada industri halal,sektor industri secara umum tetap menjadi andalan di tengah berbagai tantangan.

“Selama satu tahun ini, sektor industri menghadapi berbagai tantangan, baik itu dari faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan industrialisasi dalam negeri guna mencapai ketangguhan ekonomi nasional,” kata Agus.

Industri manufaktur menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 4,94 persen (YoY) pada Triwulan IV 2024 hingga Triwulan II 2025, serta kontribusi 17,24 persen terhadap PDB nasional.

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada September 2025 berada di angka 53,02, menunjukkan kondisi ekspansif, sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur berada di 50,4.

“Kedua indikator ini menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek industri yang tetap positif,” pungkas Agus.