jakarta – Meta, perusahaan teknologi raksasa yang dipimpin Mark Zuckerberg, mulai melakukan PHK terhadap ratusan karyawan pada Rabu (25/3/2026) waktu setempat.
PHK ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang tengah dilakukan perusahaan.
sumber NBC News menyebutkan, PHK massal ini menyasar sejumlah divisi.
Divisi yang terdampak termasuk Reality Labs, rekrutmen, penjualan, operasional global, dan tim media sosial Facebook.
Juru bicara Meta menjelaskan bahwa perubahan organisasi adalah hal rutin.
hal ini dilakukan seiring fokus perusahaan pada pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Meta berupaya mencari peluang lain bagi karyawan yang terdampak.
“Tim di seluruh Meta secara berkala melakukan restrukturisasi atau perubahan untuk memastikan berada dalam posisi terbaik guna mencapai tujuan mereka,” ujar Juru Bicara Meta.
Sebagian besar karyawan terdampak telah menerima pemberitahuan.
Namun, proses ini bisa berlangsung beberapa pekan ke depan, tergantung lokasi dan kondisi masing-masing pekerja.
meta menawarkan opsi bagi karyawan terdampak.
Opsi tersebut mulai dari penempatan di posisi baru hingga relokasi.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya telah memberi sinyal perubahan ini.
Dalam unggahan di Facebook pada Januari lalu, Zuckerberg mengatakan AI akan membawa dampak besar bagi bisnis perusahaan pada 2026.
“Kami mulai melihat proyek yang sebelumnya membutuhkan tim besar kini bisa diselesaikan oleh satu orang yang sangat berbakat,” ungkap Zuckerberg.
Manajemen Meta mengakui bahwa divisi Reality Labs masih menjadi beban keuangan perusahaan.
Dalam laporan kinerja terbaru, perusahaan mencatat kerugian operasional sebesar US$6,02 miliar (sekitar Rp 102,18 triliun).
Sementara pendapatan sebesar US$955 juta (sekitar Rp 16,2 triliun) sepanjang 2025.
Meta memperkirakan kerugian di divisi tersebut pada tahun 2026 akan berada di level yang sama.
Biaya kompensasi karyawan diprediksi menjadi penyumbang terbesar kedua dalam pertumbuhan beban perusahaan.
Hal ini termasuk untuk mendukung perekrutan di sektor prioritas seperti AI.
Per akhir Desember 2025,Meta tercatat memiliki hampir 79.000 karyawan,meningkat 6 persen secara tahunan.
Perusahaan terus menyesuaikan strategi bisnisnya.
Penyesuaian termasuk memangkas tenaga kerja di lini virtual reality sejak awal tahun, seiring pergeseran fokus ke teknologi AI.







