Tutup
Regulasi

One Global Capital Bagi Dividen Perdana Usai Akuisisi Setahun

292
×

One Global Capital Bagi Dividen Perdana Usai Akuisisi Setahun

Sebarkan artikel ini

Jakarta – One Global Capital (OGC) mengumumkan pembagian dividen perdana kepada investornya, menandai keberhasilan strategi investasi mereka melalui akuisisi aset.

Aksi korporasi ini membuahkan hasil positif dengan peningkatan nilai aset yang signifikan.

Aset yang diakuisisi pada akhir 2024 senilai AUD19,5 juta, kini dikenal sebagai One Global Gallery – Eastlakes, pusat bisnis terkemuka di Sydney, Australia.

Dalam waktu 12 bulan, pusat perbelanjaan ini berhasil melakukan transformasi operasional dan strategi penyewaan yang signifikan.

Saat ini, seluruh unit ritel di pusat perbelanjaan tersebut telah terisi penuh.

Kondisi ini mendorong peningkatan valuasi aset menjadi sekitar AUD33 juta, berdasarkan laporan valuasi independen Savills Sydney pada Oktober 2025.

Iwan Sunito, Chairman dan Group CEO One Global Capital, menekankan fokus perusahaan pada fundamental bisnis yang tahan terhadap perubahan tren dan disrupsi e-commerce.

“Kami berfokus pada fundamental yang tidak tergantikan oleh tren atau e-commerce, yaitu menawarkan kenyamanan, aksesibilitas, dan ritel kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Untuk tahun buku 2025, OGC membagikan dividen sebesar AUD1,8 juta.

Angka ini merepresentasikan sekitar 18,5 persen imbal hasil tunai atas ekuitas yang diinvestasikan, sementara pemegang saham tetap memiliki kepemilikan penuh atas aset.

OGC memproyeksikan pertumbuhan nilai aset yang berkelanjutan di masa depan.

Faktor pendorongnya antara lain peningkatan pendapatan sewa, potensi penurunan suku bunga, dan meningkatnya permintaan terhadap ritel berbasis komunitas.

“Kami optimistis bahwa pada 2026 dan seterusnya akan hadir kabar yang lebih baik dan lebih besar bagi para investor kami,” pungkas Iwan Sunito.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) belum berhasil kembali ke level Rp 7.000. BBCA menutup perdagangan Senin (20/4) dengan menguat 0,78% atau naik 50 poin ke level Rp 6.475 per saham. Jika ditarik lebih jauh, saham bank berlogo bunga cengkeh itu sudah terkoreksi 19,81% secara year to date. Anjloknya saham BBCA turut menjadi pemberat bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan pelemahan yang hampir 20% itu, BBCA…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah tantangan masih menyelimuti kinerja emiten konstruksi di tahun 2026, baik itu emiten BUMN karya maupun swasta. Pada tahun 2025, kinerja emiten konstruksi swasta tampak lebih unggul dibandingkan BUMN karya. Tengok saja, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan pendapatan Rp 3,90 triliun, naik 26,35% dibandingkan Rp 3,08 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL) yakni Star Energy Geothermal berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diperoleh sebagai pengakuan atas kinerja lingkungan yang melampaui kepatuhan dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. Presiden Direktur Barito Renewables Energy dan Grup CEO Star…