Tutup
NewsRegulasi

Pemerintah Siapkan 20 Hektare Lahan Relokasi Korban Bencana di Sumbar

905
×

Pemerintah Siapkan 20 Hektare Lahan Relokasi Korban Bencana di Sumbar

Sebarkan artikel ini
58-rumah-warga-korban-bencana-di-tanah-datar-akan-di-relokasi
58 Rumah Warga Korban Bencana di Tanah Datar Akan di Relokasi

Tanah Datar – Sebagian area Balai Benih Induk (BBI) Ladang Lawas Rambatan milik Dinas Pertanian Sumatera Barat akan dijadikan sebagai lokasi relokasi korban bencana banjir bandang dan longsor di Tanah Datar.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meninjau lahan seluas 20 hektare tersebut pada Selasa (18/06/2024).

“Terdapat 58 rumah yang akan direlokasi, sementara 157 rumah lainnya akan dibangun di atas tanah milik warga,” ujar Gubernur saat peninjauan.

Gubernur menjelaskan, stok rumah bantuan permanen dari Kementerian PUPR telah tersedia. Namun, diperlukan kelengkapan administratif sebelum memulai pembangunan. Oleh karena itu, Gubernur meminta dinas terkait untuk mempercepat proses yang dibutuhkan.

“Relokasi membutuhkan perencanaan matang karena tidak hanya membangun rumah penduduk, tetapi juga fasilitas umum,” tambahnya.

Selain itu, lahan BBI tersebut memiliki sumber air yang memadai serta kawasan perladangan dan sawah yang akan dioptimalkan. Potensi ini akan dimanfaatkan untuk melibatkan peran serta petani milenial.

“Kami akan merekrut generasi milenial untuk menanam jagung dan padi dengan menyediakan bibit dan pupuk. Hal ini akan memaksimalkan penggunaan lahan dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” jelas Gubernur.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks masih menunggu datangnya sentimen positif untuk bisa kembali naik harga. Untuk perdagangan pekan ini, analis memproyeksi harga big banks masih akan dipengaruhi beberapa sentimen. Adapun dalam perdagangan sepekan kemarin, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun paling dalam 3,39% menjadi Rp 5.700. Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat di harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Sumbarbisnis.com100 masih berada dalam tekanan berat di tengah tingginya volatilitas pasar saham. Namun, di balik pelemahan tersebut, sejumlah analis justru melihat peluang akumulasi pada saham-saham unggulan yang dinilai sudah murah dan berpotensi memimpin pemulihan pasar. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks Sumbarbisnis.com100 terkoreksi 32,35% secara year to date (ytd) hingga 29 Mei 2026 ke level 807,375. Penurunan…