Tutup
AgrobisnisNewsRegulasi

Pemkab Pessel Targetkan Produksi Jagung 204 ribu Ton Sepanjang 2022

949
×

Pemkab Pessel Targetkan Produksi Jagung 204 ribu Ton Sepanjang 2022

Sebarkan artikel ini

Pessel – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) menargetkan sepanjang tahun 2022 produksi jagung bisa menyentuh angka 204 ribu ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pessel Madrianto mengatakan, target 204 ribu ton itu usai melihat potensi, hingga geliat dari para petani untuk bertanam jagung di daerah tersebut.

“Kita melihat, pada sejumlah daerah, banyak masyarakat Pesisir Selatan yang bertanam jagung sebagai tujuan pertaniannya,” kata Madrianto di Pessel, Senin (21/2).

Dia menerangkan, saat ini Pessel tercatat sebagai daerah penghasil jagung terbesar nomor dua di Sumbar dari 19 Kabupaten dan Kota.

“Hingga sekarang, potensi itu masih terus (kita) kembangkan. Sebelumnya target 185 ton pada tahun 2021, sekarang dinaikkan menjadi 204 ton pada tahun 2022,” jelasnya.

Sejauh ini, setidak ada potensi produksi jagung itu tersebar pada 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pessel.

Potensi itu ada di daerah seperti, Kecamatan Lunang, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kecamatan Sutera, dan Kecamatan Sutera.

“Namun, potensi ini bukan berarti menghilangkan padi sebagai lumbung pangan. Sejak 2019 luas lahan ini tercatat mencapai 23.885 hektar,” pungkasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi setelah mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut. Meski sempat dibuka di zona hijau, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 0,68% atau terkoreksi 52,36 poin ke level 7.623,58. Baca Juga: Reli IHSG Terhenti SumbarSumbarbisnis.com Sell Asing…