Jakarta – PT PLN (Persero) berencana menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) dengan mengonversi ribuan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke energi baru terbarukan (EBT). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus mempercepat transisi energi nasional.
Direktur utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa perseroan menargetkan konversi pada 741 lokasi pembangkit yang saat ini masih mengandalkan BBM impor. Secara bertahap, PLN akan mengganti sekitar 2.139 mesin diesel.
“PLN sudah merencanakan mengurangi konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan pada 741 lokasi pembangkit listrik tenaga diesel dengan total ada sekitar 2.139 mesin diesel,” ujar Darmawan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Senin (13/4).
Darmawan menjelaskan, pemilihan sumber energi pengganti akan disesuaikan dengan potensi wilayah setempat. jika tersedia sumber air, PLN akan membangun pembangkit pikohidro atau mikrohidro. Sementara di lokasi lain,PLN akan mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi baterai.
Menurutnya, pengurangan penggunaan BBM menjadi prioritas PLN dalam jangka pendek maupun menengah. Langkah ini diambil untuk menekan biaya produksi listrik yang selama ini terbebani oleh harga BBM yang mahal.”Pada intinya, kami secara bertahap dan secepat-cepatnya akan mengurangi penggunaan energi berbasis impor yang mahal,” tegasnya.







