Tutup
NewsPolitik

Prabowo Resmikan HPN, Museum Siber SMSI Dibangun

245
×

Prabowo Resmikan HPN, Museum Siber SMSI Dibangun

Sebarkan artikel ini
presiden-prabowo-siap-hadir-di-hpn-2026,-menteri-fadli-zon-akan-letakkan-batu-pertama-museum-siber-di-banten
Presiden Prabowo Siap Hadir di HPN 2026, Menteri Fadli Zon Akan Letakkan Batu Pertama Museum Siber di Banten

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dipastikan hadir dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Kepastian ini terungkap saat audiensi pengurus serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat dengan Kementerian Kebudayaan RI, Jumat (23/1/2026).

Rencananya, HPN 2026 akan digelar di Provinsi Banten pada Senin, 9 Februari 2026.

Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik, Muhammad Asrian Mirza, menerima audiensi tersebut.

“Bapak Presiden Prabowo sudah menjadwalkan kehadirannya pada HPN 2026 di Banten,” ujar Asrian Mirza, seperti disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga dijadwalkan hadir dan melakukan peletakan batu pertama Museum Siber SMSI.

Peletakan batu pertama akan dilakukan pada 7 Februari 2026 di Kota Serang, sebagai bagian dari rangkaian HPN 2026 yang diselenggarakan SMSI.

Wakil Ketua umum bidang Usaha Media Siber dan Digital SMSI, Ilona juwita, menyatakan kesiapannya mendampingi Menteri Kebudayaan dalam agenda tersebut.

Museum Siber SMSI diklaim sebagai museum media siber pertama yang akan dibangun di Indonesia.

Pertemuan tersebut juga membahas penguatan aliansi strategis antara media siber dan negara dalam pembangunan peradaban berbasis kebudayaan.

Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Media siber dinilai memiliki peran penting dalam merawat dan menyebarluaskan nilai-nilai kebudayaan.

Pembangunan Museum Siber SMSI diharapkan menjadi simbol kolaborasi negara dan media dalam menjaga memori,identitas,serta perjalanan pers dan kebudayaan Indonesia di era digital.

Ketua Umum SMSI Firdaus menekankan pentingnya peran pers dan wartawan sebagai penjaga ingatan kolektif bangsa.

Wartawan dituntut tidak hanya cepat,tetapi juga beretika,berakar,dan berpihak pada nilai kebudayaan.