Tutup
Teknologi

PTPN Perkuat Pasokan Baku Bioetanol Nasional

71
×

PTPN Perkuat Pasokan Baku Bioetanol Nasional

Sebarkan artikel ini
3-bahan-baku-ini-kunci-keberhasilan-bioetanol
3 Bahan Baku Ini Kunci Keberhasilan Bioetanol

Jakarta – Keberhasilan implementasi bioetanol E20 sangat bergantung pada kekuatan pasokan bahan baku dalam negeri. Karena itu, feedstock yang kuat dan berkelanjutan menjadi kunci utama.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, usai penandatanganan tiga nota kesepahaman (mou) bersama Pertamina Group dan Medco Group.

“Bahan baku semua ada. Tebu, ubi kayu, dan jagung adalah kekuatan kita. tantangannya adalah bagaimana menghubungkan semua ini menjadi satu sistem. Sekarang saatnya kita mulai,” ujar dia, Selasa, 28 April 2026.

Sejalan dengan program hilirisasi Kementerian Pertanian (Kementan), PTPN Group mendapat arahan penugasan dalam hilirisasi komoditas tebu, ubi kayu, dan jagung, serta pembangunan 10 unit pabrik bioetanol di Indonesia, yakni di Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Untuk komoditas tebu, PT SGN ditugaskan memperluas lahan hingga 2031 sekitar 500 ribu hektare dan membangun enam pabrik bioetanol berbasis molases bersama Pertamina NRE (PNRE).

Untuk pengembangan ubi kayu, PTPN III ditugaskan mengembangkan areal sekitar 104 ribu hektare dan membangun dua pabrik bioetanol berbasis ubi kayu bekerja sama dengan Medco Group dan PNRE.

Adapun untuk komoditas jagung, PTPN I ditargetkan mengembangkan areal seluas 250 ribu hektare dan membangun dua pabrik bioetanol berbasis jagung yang juga akan dikerjakan bersama mitra.

Denaldy juga menekankan pentingnya sinergi antarpelaku industri dalam membangun ekosistem bioetanol nasional. “PTPN memastikan bahan baku,Pertamina menggerakkan hilirisasi dan penyerapan energi,serta Medco memperkuat pengembangan industrinya,” kata dia.

Sebagai langkah awal, pengembangan bioetanol berbasis ubi kayu seluas 10 ribu hektare akan difokuskan di Lampung melalui revitalisasi pabrik eksisting milik Medco dan pembangunan pabrik bioetanol multi feedstock berbasis ubi kayu dan jagung di Bone, Sulawesi Selatan.

pengembangan itu kemudian akan diperluas ke sejumlah titik lain guna membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi.“Jika ini berjalan maka dampaknya jelas. Petani memiliki kepastian pasar. Industri bioetanol memiliki pasokan lebih stabil dan Indonesia mulai mengurangi ketergantungan energi impor,” tegas Denaldy.