Tutup
NewsPendidikanPeristiwa

Rahmat Saleh Soroti Peran Guru di Era AI

72
×

Rahmat Saleh Soroti Peran Guru di Era AI

Sebarkan artikel ini

Teknologi menurutnya memang dapat mempercepat proses belajar,tetapi tidak pernah bisa menggantikan sentuhan manusia dalam membentuk watak dan tanggung jawab pelajar.

rahmat-saleh-soroti-pentingnya-guru-bentuk-karakter-di-tengah-pesatnya-ai
Rahmat Saleh Soroti Pentingnya Guru Bentuk Karakter di Tengah Pesatnya AI

Pessel – Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat saleh menegaskan, guru tetap menjadi penentu utama dalam pendidikan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau AI.

Teknologi menurutnya memang dapat mempercepat proses belajar,tetapi tidak pernah bisa menggantikan sentuhan manusia dalam membentuk watak dan tanggung jawab pelajar.

Pernyataan itu ia sampaikan saat bertindak sebagai inspektur upacara di SMA Negeri 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (4/5/2026).

Dalam amanatnya, Rahmat menyoroti bahwa arus digitalisasi tidak mungkin dibendung, tetapi pendidikan tetap harus bertumpu pada peran pendidik, bukan menyerahkannya sepenuhnya kepada mesin.

Ia menekankan ada nilai yang tak bisa diproduksi oleh teknologi.

“Ada aspek yang tidak bisa digantikan oleh AI, yaitu nilai moral dan etika. Peran guru dalam membentuk karakter, membangun integritas, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan,” ujarnya.

Rahmat juga mengingatkan perubahan akibat AI tidak hanya terasa di ruang kelas, tetapi sudah merambah dunia kerja.

Sejumlah tugas manusia kini mulai diambil alih mesin, sehingga siswa harus disiapkan untuk menghadapi persaingan baru yang jauh lebih ketat.

Karena itu, ia menilai pendidikan di sekolah tidak cukup berhenti pada capaian akademik.

Menurut dia, pelajar juga perlu dibekali kecerdasan emosional dan kemampuan memimpin agar tumbuh sebagai pribadi yang utuh dan siap menjawab tantangan masa depan.

“Emosional dan leadership adalah kekuatan manusia yang autentik.Ini yang akan membentuk siswa menjadi pemimpin masa depan dan mampu menduduki posisi strategis dalam memimpin bangsa,” tegasnya.

Di hadapan para siswa, Rahmat mengatakan generasi muda kini berhadapan dengan tantangan yang semakin kompleks.

Perubahan yang sangat cepat menuntut mereka berpikir kuat, lincah beradaptasi, dan berani berinovasi.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas intelektual anak muda menjadi bagian penting dalam mengejar agenda pembangunan nasional, termasuk target besar Indonesia Emas 2045.

“Generasi muda harus memiliki kapasitas berpikir yang kuat, adaptif, dan inovatif untuk menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Rahmat menutup dengan penegasan bahwa guru bukan hanya pengajar yang berdiri di depan kelas.

Lebih dari itu, mereka adalah pembimbing yang ikut menentukan arah tumbuh generasi penerus bangsa di tengah perubahan global yang bergerak begitu cepat.

Akses pendidikan yang lebih luas menjadi kunci masa depan. Lewat program ini, Pertamina ikut berkontribusi menyiapkan generasi berkualitas.
CSR

PT Pertamina (Persero) kembali membuka peluang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia melalui Beasiswa Sobat Bumi 2026, program yang tak hanya menawarkan dukungan pendidikan, tetapi juga mengajak penerimanya terlibat dalam agenda keberlanjutan.