Regulasi

Rekomendasi Saham Emiten Kertas Terbaik 2026: Analisis dan Pilihan

570
×

Rekomendasi Saham Emiten Kertas Terbaik 2026: Analisis dan Pilihan

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Industri pulp dan kertas diprediksi menghadapi tantangan biaya produksi yang membengkak di tengah peluang pertumbuhan permintaan pada tahun 2026. Lonjakan harga pulp global menjadi perhatian utama pelaku industri sepanjang tahun ini.

Kenaikan harga pulp, sebagai bahan baku utama, berpotensi menekan margin laba emiten, terutama bagi perusahaan yang belum terintegrasi dari hulu ke hilir. Hal ini diungkapkan oleh pengamat pasar modal, Hendra Wardana.

Namun, Hendra menilai tekanan ini akan lebih terkendali bagi pemain besar yang memiliki skala ekonomi yang kuat. Perusahaan seperti INKP dan TKIM dinilai lebih mampu mengelola tekanan margin berkat efisiensi produksi, skala ekonomi, dan kemampuan menyesuaikan harga jual secara bertahap.

Ia memperkirakan tekanan margin dapat mereda pada paruh kedua 2026 jika penyesuaian harga produk dapat mengimbangi kenaikan biaya bahan baku.

Dari sisi permintaan, Hendra melihat outlook industri kertas pada 2026 masih positif, terutama di segmen kertas industri dan kemasan. Permintaan domestik diproyeksikan terus tumbuh seiring ekspansi sektor logistik, makanan dan minuman, serta e-commerce yang membutuhkan kemasan berbasis kertas.

Sementara itu, permintaan global menunjukkan pemulihan moderat, khususnya dari negara-negara berkembang di Asia dan Afrika. Melemahnya permintaan kertas grafis akibat digitalisasi diimbangi oleh pertumbuhan kuat di segmen packaging dan tissue.

Hendra menyoroti beberapa katalis yang dapat mendorong kinerja emiten kertas pada 2026, termasuk pemulihan ekonomi global, stabilisasi rantai pasok, peningkatan peluang ekspor, dan tren pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang mendorong penggunaan kemasan berbasis kertas.

Ekspansi kapasitas produksi, optimalisasi efisiensi energi, dan penerapan ekonomi sirkular juga berpotensi meningkatkan daya saing dan menekan biaya jangka panjang.

Meskipun demikian, volatilitas harga pulp dan energi tetap menjadi risiko terbesar terhadap margin. Persaingan global dari produsen berbiaya rendah, risiko regulasi lingkungan, kebijakan perdagangan, dan potensi kelebihan pasokan juga perlu diwaspadai.

Dari sisi saham, Hendra merekomendasikan strategi selektif. INKP dinilai menarik sebagai *speculative buy* dengan target harga Rp10.500, sedangkan TKIM lebih cocok sebagai *trading buy* dengan target Rp9.000.

Peluang tetap terbuka bagi emiten yang mampu menjaga efisiensi, menekan biaya, dan menangkap permintaan yang terus berkembang di segmen kertas industri dan kemasan.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Jakarta.Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau pada awal Juni 2026. Investor perlu mencermati sejumlah saham berikut yang akan cum dividen mulai hari ini, Rabu 3 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 2 Juni 2026 ditutup di level 6.195,43 naik 1,11% atau 68,05 poin secara harian. Kenaikan ini merupakan awal yang positif karena pada Mei 2026, IHSG tertekan hingga turun tajam,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…