Properti

Danantara Tawarkan KPR DP 1 Persen dan Tenor 30 Tahun untuk Gen Z

45
×

Danantara Tawarkan KPR DP 1 Persen dan Tenor 30 Tahun untuk Gen Z

Sebarkan artikel ini
CEO Danantara Rosan Roeslani saat memaparkan program hunian untuk generasi muda
CEO Danantara Rosan Roeslani memperkenalkan inisiatif kemudahan kepemilikan rumah bagi generasi muda.

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi meluncurkan inisiatif perluasan akses kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat, dengan fokus khusus pada generasi muda atau Gen Z. Program ini diwujudkan melalui penyediaan ekosistem hunian terintegrasi yang menggabungkan pilihan properti dengan skema pembiayaan yang lebih fleksibel.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mempermudah masyarakat dalam menjangkau hunian layak. Langkah ini diambil guna menjawab tantangan tingginya angka kebutuhan rumah, terutama di kalangan generasi muda yang memiliki pola pendapatan dinamis.

Sebagai langkah awal, Danantara akan menggelar Danantara Housing Expo 2026 pada 27-30 Agustus mendatang. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK, Jakarta.

Dalam pameran tersebut, tersedia lebih dari 200.000 pilihan unit hunian yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non-MBR. Pengunjung dapat mengakses informasi hunian sekaligus berkonsultasi langsung dengan pihak pengembang dan perbankan.

Terkait skema pembiayaan, Danantara menawarkan opsi yang kompetitif untuk meringankan beban calon pembeli. Fasilitas yang tersedia mencakup uang muka (DP) mulai dari 1 persen dan suku bunga atau margin mulai dari 2,75 persen.

Selain itu, tersedia pilihan tenor pinjaman hingga 30 tahun serta skema angsuran bertahap. Pilihan tersebut dirancang agar calon pembeli dapat menyesuaikan cicilan dengan kapasitas finansial mereka masing-masing.

Integrasi layanan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara BUMN properti, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta lembaga keuangan syariah. Sinergi ini bertujuan menyederhanakan alur birokrasi yang selama ini sering menjadi hambatan bagi masyarakat dalam membeli rumah pertama.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan urgensi program ini, di mana terdapat sekitar 81 juta anak muda di Indonesia yang belum memiliki hunian pribadi. Tantangan ini diperparah dengan perubahan karakteristik penghasilan generasi muda saat ini.

Survei Deloitte tahun 2026 mengungkapkan bahwa hampir 30 persen Generasi Z memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah pendapatan. Fenomena pola kerja yang beragam ini menuntut pendekatan pembiayaan perbankan yang lebih adaptif dan inklusif.

Melalui kemudahan akses ini, Danantara berharap dapat menekan angka backlog perumahan secara signifikan. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi solusi konkret bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi di tengah perubahan pasar tenaga kerja.

Program ini juga sejalan dengan upaya penguatan peran lembaga keuangan milik negara dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Bank-bank di bawah supervisi Danantara, termasuk BRI, terus diminta untuk memperkuat transformasi layanan guna mendukung sektor properti nasional.

Dengan adanya kemudahan akses informasi dan variasi pembiayaan, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi proses yang rumit dalam mewujudkan kepemilikan hunian. Danantara menargetkan langkah ini dapat memicu peningkatan daya beli properti secara nasional dalam jangka panjang.