Bursa Saham

Rekomendasi Saham TPIA, MBMA, dan BMRI untuk Perdagangan Kamis 16 Juli

114
×

Rekomendasi Saham TPIA, MBMA, dan BMRI untuk Perdagangan Kamis 16 Juli

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG ditutup menguat tipis ke level 6.041,97 pada perdagangan Rabu (15/7/2026).

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,04% atau 2,45 poin ke level 6.041,97 pada penutupan perdagangan Rabu (15/7/2026). Pergerakan positif ini selaras dengan tren reli di bursa saham kawasan Asia yang dipicu oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Meski berhasil ditutup di zona hijau, para pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap potensi koreksi pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Analis menyoroti sektor finansial dan energi sebagai pemicu utama fluktuasi pasar yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Di tengah dinamika pasar yang menantang, transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dinilai menjadi kunci bagi korporasi untuk menjaga pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026. Selain itu, minat perbankan terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masih terpantau tinggi sebagai alternatif penempatan dana yang likuid.

Terkait pergerakan saham individu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah satu emiten yang mencuri perhatian. Saham TPIA ditutup menguat 1,60% ke level Rp 1.910 setelah menunjukkan momentum penguatan di atas garis MA20.

Analis merekomendasikan strategi buy on breakout untuk TPIA jika harga mampu melampaui level resistensi di Rp 1.920. Target harga berikutnya diproyeksikan berada pada rentang Rp 2.000 hingga Rp 2.050 dengan batas dukungan di Rp 1.850.

Selanjutnya, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga menunjukkan sinyal positif dengan kenaikan 1,96% ke level Rp 520 pada perdagangan Rabu. Volume pembelian yang meningkat selama tiga hari terakhir menjadi indikator pendukung bagi pergerakan saham ini.

Pelaku pasar disarankan menerapkan strategi buy if break dengan level dukungan di Rp 498. Sementara itu, resistensi terdekat bagi MBMA berada di level Rp 535 seiring dengan indikator Stochastic yang mulai menguji area jenuh beli.

Emiten perbankan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut mencatatkan penguatan sebesar 0,96% ke posisi Rp 4.200. Indikator MACD yang menunjukkan momentum bullish memperkuat potensi kelanjutan tren kenaikan harga.

Investor direkomendasikan melakukan trading buy pada rentang harga Rp 4.090 hingga Rp 4.160. Target harga terdekat ditetapkan pada level Rp 4.460, dengan catatan harga harus mampu menembus resistensi terdekat di Rp 4.280.

Secara makro, pelaku usaha terus memantau stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlanjut. Adaptasi teknologi dan manajemen portofolio yang cermat menjadi strategi utama bagi investor dan korporasi dalam menavigasi volatilitas pasar hingga akhir tahun.